Kamis, 20 Jun 2019 17:28 WIB

Jeff Bezos Mau Ubah Es di Bulan Jadi Bahan Bakar

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Jeff Bezos saat memperkenalkan Blue Moon, wahana pendarat Bulan milik Blue Origin. Foto: Clodagh Kilcoyne/Reuters Jeff Bezos saat memperkenalkan Blue Moon, wahana pendarat Bulan milik Blue Origin. Foto: Clodagh Kilcoyne/Reuters
Jakarta - Pendiri sekaligus CEO Amazon, Jeff Bezos, mengatakan bahwa ia, melalui perusahaan antariksanya Blue Origin, ingin mengubah es yang ada di Bulan menjadi bahan bakar. Sayangnya, bahan bakar tersebut bukan untuk mobil atau motor yang mengaspal di Bumi.

Es di Bulan itu rencananya akan ia jadikan sebagai bahan bakar bagi Blue Moon, wahana pendarat Bulan milik Blue Origin. "Kami bisa mengumpulkan es itu dan menggunakannya untuk menghasilkan hidrogen dan oksigen, yang merupakan bahan bakar roket," ujarnya.




"Alasan kami memilih bahan bakar tersebut karena, kami tahu suatu hari nanti kami akan mengisi ulang bahan bakar dari wahana tersebut di permukaan Bulan menggunakan bahan bakar yang dibuat di permukaan Bulan dari air berbentuk es di sana," tuturnya menambahkan, seperti detikINET kutip dari CNBC, Kamis (20/6/2019).

Blue Moon sendiri menggunakan mesin BE-7 yang memanfaatkan hidrogen dan oksigen sebagai dua sumber tenaganya. Rencananya, Blue Origin akan mulai melakukan uji coba terhadapnya pada musim panas nanti.

Wahana yang diperkenalkan pada Mei lalu itu disebut Bezos butuh waktu tiga tahun untuk dikembangkan. Blue Moon sendiri dapat membawa muatan berupa peralatan ilmiah antara 3,6 hingga 6,5 ton.

Jika diperlukan, ia juga dapat memboyong sejumlah manusia ke Bulan. Blue Moon turut mampu membawa hingga empat kendaraan penjelajah.




Varian Blue Moon dengan ukuran yang lebih besar nantinya bisa membawa astronot menuju Bulan pada 2024. Tenggat waktu tersebut sama dengan target yang diberikan Wakil Presiden AS Mike Pence kepada NASA untuk kembali mendaratkan astronot Amerika Serikat ke satelit alami Bumi itu.

Sebelumnya, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Michael J. Poston, mantan anggota NASA JPL, kandungan air di Bulan juga sangat berpotensi untuk dapat memenuhi kebutuhan seperti air minum. Hal ini juga yang membuat beberapa pihak pemilik perusahaan antariksa fokus pada penambangan Bulan.


(mon/krs)