Seabad Lalu, Gerhana Matahari Total Diabadikan Pertama Kalinya

Seabad Lalu, Gerhana Matahari Total Diabadikan Pertama Kalinya

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Rabu, 29 Mei 2019 21:29 WIB
Gerhana Matahari total yang diabadikan pertama kali. Foto: Royal Astronomical Society
Jakarta - 29 Mei 1919, di sebuah pulau kecil di pesisir Afrika Barat, kelompok peneliti yang dipimpin oleh Arthur Eddington berusaha menyaksikan sekaligus mengabadikan salah satu peristiwa langit paling terkenal. Gerhana Matahari total jadi peristiwa yang dimaksud, dan mereka berhasil melakukannya.

Itu menandakan momen pertama kalinya gerhana Matahari total berhasil diabadikan oleh manusia. Hari ini tepat merupakan hari jadi ke-100 dari peristiwa bersejarah itu.




Satu yang menarik, Eddington dkk bukan cuma mau menyaksikan sekaligus mengabadikan gerhana Matahari total semata. Itu merupakan bagian dari upaya mereka untuk membuktikan benar atau tidaknya salah satu teori paling terkemuka di sains modern, yakni teori relativitas umum dari Albert Einstein.

Dulu, Isaac Newton mengemukakan bahwa cahaya tidak memiliki massa dan tidak dapat terpengaruh oleh gravitasi. Einstein, pada 1915, menambahkan bahwa gravitasi justru bisa melengkungkan ruangwaktu. Ia berpendapat bahwa efek ini bisa telihat dengan objek yang cukup besar seperti Matahari.

Ini berarti, posisi bintang-bintang yang jauh di sana bisa jadi sedikit bergeser ketika cahaya mereka melintas dekat Matahari. Sulitnya melihat bintang-bintang di sekitar Matahari yang terang membuat Eddington berusaha membuktikan teori Einstein saat gerhana.

Eddington beserta timnya sukses menangkap gambar sejumlah bintang di dekat Matahari yang menjadi gelap. Setelah melakukan penghitungan, posisi bintang-bintang itu membuktikan bahwa teori Einstein lulus tes dan membuat namanya menjadi besar.

"Seabad yang lalu para ahli astronomi memastikan kebenaran dari teori relativitas umum dalam sebuah proses yang mentransformasi pemahaman kita terhadap alam semesta selamanya," ujar Mike Cruise, Presiden Royal Astronomical Society, seperti detikINET kutip dari Cnet, Rabu (29/5/2019).

Dari situ, sejumlah eksperimen lain terus membuktikan kebenaran teori dari Einstein. Penemuan gelombang gravitasi hingga pencitraan pertama dari lubang hitam menjadi bukti lain bahwa gravitasi berlaku sebagaimana Einstein telah prediksikan.

Albert Einstein (kiri) dan Eddington.Albert Einstein (kiri) dan Arthur Eddington. Foto: Royal Observatory Greenwich



Menariknya, peringatan 100 tahun diabadikannya gerhana Matahari total juga akan dilengkapi dengan kedatangan fenomena yang sama di 2019 ini. 2 Juli menjadi tanggal munculnya gerhana Matahari Total untuk tahun ini.

Diperkirakan, sejumlah kawasan di Amerika Selatan seperti Argentina dan Chili akan kebagian fenomena ini. Hal yang sama juga berlaku untuk sebelah selatan Samudra Pasifik.


(mon/krs)