Selasa, 21 Mei 2019 08:19 WIB

Startup Ini Ingin Buat Pesawat Hipersonik, Apa Itu?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Konsep pesawat hipersonik Foto: Hermeus Corp. Konsep pesawat hipersonik Foto: Hermeus Corp.
Jakarta - Startup asal Amerika Serikat, Hermeus mengumumkan misi mereka untuk mengembangkan pesawat hipersonik. Pesawat ini nantinya akan terbang dengan kecepatan Mach 5 atau lima kali lebih cepat dari kecepatan suara.

Dilansir detikINET dari Space, Selasa (21/5/2019) kecepatan pesawat ini bisa mencapai 4.800 kilometer per jam. Perjalanan dari New York menuju London yang sebelumnya memakan waktu 7 jam, akan berkurang menjadi 90 menit.



Untuk mewujudkan pesawat ini, Hermeus baru saja mengumpulkan pendanaan dari pemodal ventura Khosla Ventures, tapi mereka tidak mengungkap jumlah pendanaan yang diterima. Pendanaan ini nantinya akan digunakan untuk mengembangkan demo mesin pendorong dan teknologi lainnya.

Hermeus sendiri memiliki DNA yang cukup kuat dalam membangun pesawat super cepat ini. Para pendirinya merupakan mantan pegawai di perusahaan seperti SpaceX, Blue Origin dan Generation Orbit yang telah memiliki pengalaman dalam membangun roket dan pesawat hipersonik.

Chief Operating Officer Hermeus, Skyler Shuford mengatakan bahwa model pesawat yang akan dikembangkan oleh perusahaannya akan lebih cepat dari pesawat supersonik yang pernah ada. Tapi mereka akan mengembangkannya hanya dengan teknologi dan material yang sudah ada.

"Kami tidak melakukan sesuatu yang terlalu ajaib. Kami ingin melakukan engineering, bukan sains," kata Shuford.

Material utama untuk mengembangkan pesawat ini adalah titanium. Sistem mesin pendorongnya akan menggunakan mesin berbasis turbin.


Hermeus menargetkan akan memproduksi kendaraan prototipe yang dapat terbang dengan kecepatan Mach 5 dalam lima tahun ke depan. Setelah itu, delapan hingga 10 tahun dari sekarang mereka akan mengembangkan pesawat untuk penerbangan komersial.

Hermeus bukan satu-satunya startup yang berambisi mengembangkan pesawat super cepat. Ada juga Boom Supersonic yang tiga tahun lalu mengumumkan ambisi mereka untuk mengembangkan pesawat Overture yang terbang dengan kecepatan Mach 2,2, yang lebih cepat 10% dari pesawat legendaris Concorde. (vim/krs)