Sabtu, 02 Feb 2019 14:42 WIB

Komunitas Bumi Datar Indonesia Akan Gelar Konferensi Nasional 2019

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi komunitas bumi datar. Foto: Edmonton Journal Ilustrasi komunitas bumi datar. Foto: Edmonton Journal
Jakarta - Bukan hanya di luar negeri saja, komunitas bumi datar yang ada di Indonesia juga tak ingin ketinggalan untuk menggelar konferensi nasional mereka pada tahun tahun ini.

Adalah Indonesian Flat Earth Research (IFER) yang berencana untuk menghadirkan acara tersebut pada Oktober mendatang. Hal itu disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer dan Pendiri IFER Wahidin Amir.

Wahidin menuturkan bahwa pihaknya sedang menyusun konferensi komunitas bumi datar perdana di Indonesia. Nantinya, ajang yang direncanakan digelar di Jakarta itu dibuat dengan konsep seminar. Disebutkan pula, acara tersebut terbuka untuk umum.



"Ada gambaran bahwa akan dibuat seperti seminar, nanti dibuat rundown nya, siapa aja profesor-profesor yang akan diundang untuk mempresentasikan kajian-kajian ilmiah," ujar Wahidin dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (2/2/2019).

Sampai saat ini, Wahidin mengaku belum bisa memastikan konsep serta tempat penyelenggaraan konferensi nasional komunitas bumi datar. Sebab, mereka tengah fokus pada pengumpulan dana.

"Saat ini kita lagi kumpulin dana untuk event sebesar itu dan kita juga lagi buat kepanitiaan, maka dari itu kita rapat lagi bulan depan apa saja yang harus kita sepakati," imbuhnya.



Wahidin menjelaskan IFER yang berperan sebagai penyelenggara juga akan bekerja sama dengan dua komunitas bumi datar lainnya, yakni FE 101 dan Flat Earth Society.

Terkait komunitas yang didirikannya, Wahidin mengatakan sebagai cabang dari Flat Earth 101. Kendati begitu, Wahidin dan tim lebih bayak berperan sebagai tim riset.

"Kita hanya di riset, mencoba untuk membuktikan benar atau tidak bumi itu bulat seperti yang dikatakan sains modern sekarang," ucapnya.

Dibandingkan Indonesia, konferensi penganut Bumi datar di Amerika Serikat (AS) sudah dua kali dilakukan, yaitu pada November 2017 dan Desember 2018 silam.



Dalam konferensi tersebut, peserta disuguhkan dengan presentasi serta perdebatan yang mempromosikan bahwa bentuk Bumi itu datar. Penganut bumi datar itu beranggapan bahwa tidak ada gambaran asli yang ditunjukkan oleh media mengenai bentuk Bumi.

Sementara itu, YouTube berhenti merekomendasikan video berisi konspirsi termasuk teori Bumi datar. YouTube beranggapan rekomendasi video Bumi data bisa membahayakan dan membuat orang benar-benar terjerumus dalam konspirasi tersebut.


Simak Juga 'Ini Alasan dari Penganut Bumi Datar yang Masuk Akal':

[Gambas:Video 20detik]


Komunitas Bumi Datar Indonesia Akan Gelar Konferensi Nasional 2019

(agt/agt)