Kamis, 20 Sep 2018 12:40 WIB

Laporan dari Hangzhou

Jika Robot Jadi Pelayan Hotel

Rachmatunnisa - detikInet
Alibaba Group meluncurkan robot berorientasi layanan di sektor perhotelan (Foto: Rachmatunnisa/detikINET) Alibaba Group meluncurkan robot berorientasi layanan di sektor perhotelan (Foto: Rachmatunnisa/detikINET)
Hangzhou - Saat ini operasional hotel masih bergantung pada tenaga manusia. Bagaimana jika nantinya pelayan hotel digantikan robot?

Pada perhelatan Cloud Computing Conference 2018 yang berlangsung di Hangzhou, China, Alibaba Group meluncurkan robot berorientasi layanan di sektor perhotelan.

Robot yang dikembangkan Alibaba A.I. Labs ini rencananya mulai beroperasi Oktober 2018. Melalui robot yang belum memiliki nama tersebut, Alibaba ingin menunjukkan wajah masa depan industri perhotelan.




General Manager Alibaba A.I. Labs Lijuan Chen menceritakan berbagai kemampuan robot itu. Antara lain bisa mengantarkan makanan hingga pakaian ke para tamu.

"Perkembangan luar biasa ini membantu menjembatani antara kebutuhan tamu dan kebutuhan kecepatan respon yang diinginkan. Robot ini juga memberi solusi bagi sektor perhotelan, seperti meningkatkan efisiensi pelayanan dengan teknologi AI kami yang canggih," ujar Chen.

Seperti pelayan hotel manusia, robot ini juga bisa diajak berkomunikasi dengan perintah suara, sentuhan atau gestur tangan. Software AliGenie berada di balik speaker pintar yang digunakan untuk berkomunikasi dengan robot tersebut.

"Robot ini akan menjadi asisten andalan bagi para tamu hotel yang serba ingin mendapatkan segala hal dengan cepat dan nyaman," imbuh Chen.




Canggihnya teknologi yang digunakan dalam pengembangan robot ini mengombinasikan casing aluminium dengan fungsi multi sensor data dan komputasi paralel untuk mendapatkan respons yang cepat.

Robot dengan tinggi kurang dari satu meter dan kecepatan jalan satu meter per detik ini juga menggunakan peta semantik, sistem navigasi otonom untuk mengidentifikasi kendala, system komunikasi untuk mengendalikan lift, dan mengindentifikasi verifikasi melalui teknologi facial-recognition.

Setelah uji coba di hotel-hotel, Alibaba A.I. Labs akan mempelajari aplikasi penggunaan robot ini di bidang lain, seperti rumah sakit, restoran, dan layanan perkantoran.

Alibaba memang tampak berambisi menjadi yang terdepan untuk urusan AI dan robot. Secara khusus, Alibaba menyasar kebutuhan robot pelayan karena tren kebutuhannya terlihat meningkat, setidaknya demikian menurut data International Federation of Robotics (IFR).

Menurut IFR, pasar global untuk robot berorientasi layanan semakin meningkat. Pertumbuhannya diperkirakan mencapai 20% hingga 25% mulai 2018 hingga 2020.

Sementara itu, perkiraan penjualan 2018-2020 mengindikasikan volume kumulatif sekitar USD 27 miliar untuk segmen robot berorientasi layanan profesional.



(rns/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed