Rabu, 18 Jul 2018 08:18 WIB

Gerhana Bulan Total Terlama, Apa yang Diincar LAPAN?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Peristiwa gerhana bulan total. Foto: Panji Al-hadromi Peristiwa gerhana bulan total. Foto: Panji Al-hadromi
Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan akan melakukan pengamatan terhadap Gerhana Bulan Total terlama yang akan terjadi pada akhir bulan Juli ini.

Gerhana bulan total akan terjadi pada dini hari tanggal 28 Juli 2018. LAPAN mengatakan seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali dapat menyaksikan peristiwa alam tersebut kecuali terhalang oleh awan mendung.



Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin, mengatakan pengamatan yang dilakukannya secara umum. Hal ini dilakukan karena proses terjadinya Gerhana Bulan Total tersebut berlangsung sejak dini hari sampai subuh.

"Ada (pengamatan-red), tetapi bukan untuk umum karena Gerhana Bulan Total terjadi dini hari 28 Juli," kata Thomas melalui pesan singkatnya, Selasa (17/7/2018).

Sementara itu, ditanya mengenai apakah ada pengamatan khusus yang diincar olehnya terhadap fenomena alam tersebut, Thomas menyebutkan bahwa pihaknya hanya mengabadikan momennya saja.

"Tidak ada tujuan saintifik. Hanya foto prosesnya," sebutnya.



LAPAN menyebutkan durasi Gerhana Bulan Total pada 28 Juli nanti, terjadi sejak pukul 01.24 - 05.19 WIB. Sedangkan, fase total terjadi pada pukul 02.30 - 04.13 WIB atau berlangsung satu jam 43 menit.

Sebelumnya, pada Januari kemarin, Indonesia sempat menikmati Gerhana Bulan Total juga yang mendapati pertunjukkan alam tersebut selama satu jam 16 menit. Lebih cepat 27 menit ketimbang dengan gerhana bulan total yang akan terjadi nanti. (agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed