Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Review MacBook Pro M5 Pro: Makin Ganas, Baterai Tahan Lama

Review MacBook Pro M5 Pro: Makin Ganas, Baterai Tahan Lama


Adi Fida Rahman - detikInet

MacBook Pro M5 Pro
Review MacBook Pro M5 Pro: Makin Ganas, Baterai Tahan Lama (Foto: Adi FR/detikINET)
Jakarta -

Apple kembali meningkatkan kemampuan MacBook Pro lewat chip M5 Pro. Alih-alih melakukan perubahan besar pada desain, Apple kali ini lebih banyak meningkatkan apa yang ada di balik bodinya, terutama performa CPU, GPU dan kemampuan menjalankan beban kerja berbasis AI.

Setelah hampir sebulan menggunakan MacBook Pro M5 Pro untuk workflow sehari-hari, terutama editing video, peningkatan performanya memang terasa. Laptop ini mampu menangani pekerjaan berat dengan cepat, sementara daya tahan baterainya tetap menjadi salah satu daya tarik utama.

Namun performa yang semakin agresif tersebut membawa konsekuensi, yakni suhu perangkat terasa lebih tinggi ketika digeber. Berikut ulasan singkatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desain & Layar

Secara tampilan, MacBook Pro M5 Pro masih sangat familiar. Apple mempertahankan desain aluminium unibody dengan sudut membulat yang telah digunakan sejak generasi MacBook Pro M1 Pro dan M1 Max.

ADVERTISEMENT

Di bagian atas layar masih terdapat notch yang menampung kamera 12 MP Center Stage. Magic Keyboard dengan Touch ID juga tetap menjadi andalan untuk mengetik sekaligus autentikasi.

Kelengkapan port menjadi salah satu keunggulan MacBook Pro untuk pengguna profesional. Tersedia tiga port Thunderbolt 5 (USB-C), HDMI, slot kartu SDXC, jack headphone 3,5 mm dan MagSafe 3.

MacBook Pro M5 ProPort sisi kanan MacBook Pro M5 Pro Foto: Adi FR/detikINET

MacBook Pro M5 ProPort sisi kiri MacBook Pro M5 Pro Foto: Adi FR/detikINET

MacBook Pro M5 Pro masih mengandalkan layar Liquid Retina XDR berbasis mini-LED dengan dukungan ProMotion hingga 120 Hz. Kualitas gambarnya sangat memuaskan untuk editing foto maupun video berkat warna yang akurat, kontras tinggi dan kemampuan HDR.

Unit yang kami gunakan dibekali opsi nano-texture glass. Permukaan ini membantu mengurangi pantulan cahaya secara signifikan ketika laptop digunakan di dekat jendela atau ruangan dengan banyak sumber cahaya.

Berbeda dengan lapisan matte konvensional, tampilan layar tidak terasa terlalu kusam. Warna dan kontras masih terlihat kuat sehingga opsi ini menarik untuk editor foto atau video yang sering bekerja di berbagai kondisi pencahayaan.

MacBook Pro M5 ProMacBook Pro M5 Pro Foto: Adi FR/detikINET

Performa M5 Pro Sangat Agresif

Bagian paling menarik tentu chip M5 Pro. Setelah hampir sebulan digunakan, performanya terasa sangat agresif ketika dibutuhkan untuk pekerjaan berat. Kami menggunakannya untuk workflow editing video sehari-hari, mulai dari mengolah footage, melakukan color grading, membuka beberapa aplikasi pendukung hingga export video.

Dalam salah satu pengujian, footage Full HD dengan log profile berdurasi sekitar 11 menit diekspor menggunakan pengaturan High Resolution dan Constant Bitrate. Dengan mode High Performance, proses rendering hanya membutuhkan waktu sekitar 1 menit 12 detik.

MacBook Pro M5 ProMacBook Pro M5 Pro Foto: Adi FR/detikINET

Untuk pekerjaan editing sehari-hari, kecepatan tersebut membuat proses kerja terasa jauh lebih praktis. DaVinci Resolve dan Adobe Premiere Pro berjalan mulus. Timeline video 4K dapat digeser dan diputar dengan responsif, termasuk ketika proyek sudah dijejali color grading dan efek.

Dalam pengujian, performa ekspor DaVinci Resolve pada M5 Pro sekitar 15-20% lebih cepat dibandingkan M5. Ketika footage diberikan color correction lebih berat, selisihnya dapat mencapai sekitar 24%.

M5 Pro juga mencatat sekitar 105 ribu poin di Premiere Pro Standard dan 83 ribu poin pada DaVinci Resolve Standard dalam PugetBench.

Media Engine Apple ikut membantu pengolahan H.264, HEVC dan ProRes. Sementara RAM 48 GB membuat footage resolusi tinggi, Photoshop, browser dan aplikasi pendukung bisa dibuka bersamaan tanpa terlalu memikirkan penggunaan memori.

Kami sempat menguji menggunakan Geekbench 7, MacBook Pro M5 Pro mampu menghasilkan skor single-core di kisaran 3.718 poin, sedangkan multi-core menembus sekitar 34.831 poin.

MacBook Pro M5 ProMacBook Pro M5 Pro Foto: Adi FR/detikINET

Ketika tenaga penuh M5 Pro dibutuhkan, chip ini benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai prosesor untuk pekerjaan profesional. Namun ada konsekuensinya.

Dibandingkan MacBook Pro M4 yang sebelumnya pernah kami gunakan, MacBook Pro M5 Pro terasa lebih panas ketika menjalankan pekerjaan berat. Suhu meningkat terutama ketika perangkat digeber untuk proses rendering atau pekerjaan yang membebani CPU dan GPU secara terus-menerus.

Bikin Gambar AI Secara Lokal

Kemampuan AI justru menjadi salah satu bagian paling menarik dari M5 Pro. Setiap core GPU kini dilengkapi Neural Accelerator, ditambah Neural Engine untuk menangani machine learning.

Kami mencoba aplikasi seperti Draw Things, yang memungkinkan model generative AI dijalankan langsung di Mac tanpa bergantung pada cloud.

Sebagai gambaran, model Flux.1 Schnell dengan sekitar 12 miliar parameter dapat menghasilkan gambar pertama dalam waktu sekitar 31 detik. Setelah model dimuat ke memori, gambar berikutnya dapat dibuat hanya dalam kisaran 13 detik.

Pengujian lain menggunakan Z-Image menunjukkan gambar 1.024 x 768 pixel dengan delapan steps dapat diselesaikan sekitar 20 detik pada M5 Pro 20-core GPU.

Draw Things bahkan dapat digunakan untuk AI video generation menggunakan model LTX secara lokal.

Di sinilah RAM 48 GB terasa berguna. Model AI berukuran besar mendapat ruang jauh lebih lega di unified memory. Stable Diffusion, Flux hingga LLM dapat berjalan langsung di perangkat menggunakan Draw Things, LM Studio atau Ollama.

Kemampuan menjalankan model besar secara lokal, dengan konsumsi daya dan suara kipas relatif rendah, menjadi daya tarik tersendiri MacBook Pro ini.

MacBook Pro M5 ProMacBook Pro M5 Pro Foto: Adi FR/detikINET

Bisa Gaming?

MacBook mungkin bukan nama pertama yang terlintas untuk gaming, tetapi M5 Pro menunjukkan peningkatan signifikan.

Kami menjajal Cyberpunk 2077, salah satu game AAA berat yang kini tersedia secara native untuk Apple Silicon.

M5 Pro dengan GPU 20-core mampu menghasilkan sekitar 100 fps pada 1080p Low, 80 fps pada Medium dan 66 fps pada High. Bahkan pada preset Ultra, game masih berjalan di kisaran 58 fps.

Naik ke resolusi 2.560 x 1.440 dengan Ultra, performanya turun menjadi sekitar 33 fps.

Untuk mendapatkan keseimbangan visual dan performa, pengaturan High dengan bantuan upscaling menjadi pilihan yang lebih ideal. Cyberpunk 2077 dapat berjalan di sekitar 60 fps pada resolusi 1440p upscaled tanpa ray tracing.

Hasil ini cukup mengesankan untuk sebuah laptop yang tujuan utamanya bukan gaming.

Game berat lain juga memberikan hasil menarik. Baldur's Gate 3 mampu berjalan sekitar 84 fps pada 1080p Ultra dan 57 fps pada 1440p Ultra.

MacBook Pro M5 ProMacBook Pro M5 Pro Foto: Aisyal/detikcom

Editing Lebih dari 2 Jam, Baterai Masih 65%

Performa tinggi biasanya harus dibayar dengan konsumsi daya besar. Menariknya, efisiensi baterai MacBook Pro M5 Pro masih cukup impresif.

Dalam salah satu sesi kerja, kami mulai melakukan editing sekitar pukul 18.51 dengan baterai 100%. Laptop digunakan untuk editing footage, color grading, menjalankan beberapa aplikasi pendukung hingga export.

Pekerjaan selesai sekitar pukul 21.13 atau setelah kurang lebih 2 jam 22 menit. Baterai yang tersisa masih 65%. Artinya, workflow tersebut menghabiskan sekitar 35% baterai.

Pengalaman setelah hampir sebulan pemakaian juga sedikit berbeda dibandingkan saat pertama menggunakan laptop ini. Daya tahan baterainya kini terasa lebih irit.

Belum dapat dipastikan apakah perubahan tersebut berkaitan dengan proses optimisasi sistem dan fitur AI di macOS yang sudah selesai berjalan, atau karena pola penggunaan kami yang mulai berubah.

Namun untuk aktivitas ringan seperti browsing, menonton video, mendengarkan musik dan kebutuhan entertainment, daya tahannya sekarang terasa jauh lebih baik dibandingkan kesan pada awal pemakaian.

MacBook Pro M5 ProMacBook Pro M5 Pro Foto: Adi FR/detikINET

Opini detikINET

Setelah hampir sebulan digunakan, kekuatan utama MacBook Pro M5 Pro semakin terlihat ketika laptop ini diberi pekerjaan berat.

Proses export footage Full HD 11 menit yang dapat diselesaikan hanya dalam 1 menit 12 detik memperlihatkan betapa agresif performa chip M5 Pro. Tak hanya itu, generative AI lokal hingga memainkan Cyberpunk 2077 menjadi bukti bahwa M5 Pro bukan hanya menawarkan CPU lebih kencang.

Kombinasi GPU baru, Neural Accelerator dan unified memory 48 GB membuat MacBook Pro cocok untuk editor video, kreator konten, developer maupun profesional yang membutuhkan workstation portable.

Namun ada konsekuensi yang harus diterima, temperatur terasa lebih tinggi dibandingkan MacBook Pro M4 ketika laptop digeber.

Pun begitu, performa yang disuguguhkan MacBook Pro M5 Pro tidak langsung mengorbankan daya tahan baterai. Setelah digunakan editing selama lebih dari dua jam, baterainya masih tersisa 65%. Untuk penggunaan ringan, daya tahannya bahkan terasa semakin baik setelah hampir sebulan digunakan.

Jadi, jika pekerjaan menuntut performa tinggi, M5 Pro terasa sangat powerful ketika tenaganya dibutuhkan. Pada saat bersamaan, efisiensi baterainya tetap menjadi salah satu keunggulan terbesar MacBook Pro dibandingkan banyak laptop performa tinggi berbasis Windows.

Kesimpulannya, MacBook Pro M5 Pro mungkin masih menggunakan desain yang familiar, tetapi di balik bodi tersebut Apple memberikan mesin yang semakin kencang tanpa membuat penggunanya harus terus mencari colokan.

(afr/fay)








Hide Ads