Asus ROG Zephyrus G14: Tipis dan Ringan, Tapi...

Review Produk

Asus ROG Zephyrus G14: Tipis dan Ringan, Tapi...

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 30 Jun 2020 20:25 WIB
Asus ROG Zephyrus G14
Asus ROG Zephyrus G14 (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Lazimnya, laptop gaming punya bodi yang tebal dan berat yang membuat perangkat tersebut -- meski tetap portabel -- sulit dibawa-bawa. Juga karena adaptor chargernya yang besar. Namun tak ROG Zephyrus G14 tak jauh dari kesan itu.

Namun saat saya pertama memegang Asus ROG Zephyrus G14, semua hal di atas tak terlihat di laptop tersebut. Bodinya tipis (1,79 cm) dan bobotnya sangat ringan untuk sebuah laptop gaming, hanya 1,6 kg, yang membuatnya mudah dibawa-bawa.

Asus ROG Zephyrus G14Asus ROG Zephyrus G14 Foto: Istimewa

Hal lain yang membuat Zephyrus G14 ini tak terlihat seperti laptop gaming pada umumnya adalah desain. Di mana desainnya relatif minimalis dan jauh dari kesan warna-warni ala laptop gaming.

Unit ROG Zephyrus G14 yang kami terima berwarna putih (Asus menyebutnya sebagai Moonlight White), dengan bagian dalamnya berwarna abu-abu. Pilihan warna ini membuatnya tetap 'sopan' untuk dipakai di pekerjaan sehari-hari, atau bahkan dipakai saat presentasi dan rapat di kantor.

Keyboardnya pun nyaman dipakai mengetik, punya key travel yang cukup besar dan tak terasa sempit karena tak ada numpad di bagian kanan. Touchpadnya cukup nyaman dipakai meski ukurannya agak kecil untuk sebuah laptop dengan layar 15,6 inch -- meski karena bodinya yang kecil membuatnya lebih pantas disebut sebagai laptop 14 inch.

Asus ROG Zephyrus G14Asus ROG Zephyrus G14 Foto: Istimewa

Sayangnya, tak ada webcam di laptop ini. Jadi Anda harus menggunakan webcam eksternal, atau menggunakan ponsel, atau bahkan DSLR dan mirrorless untuk melakukan konferensi video di Zephyrus G14.

Namun Zephyrus G14 tak sekadar desain yang menarik dan bobot yang ringan, karena sebagai sebuah laptop gaming, apalah artinya desain jika performanya buruk. Di sini AMD mengambil peran, karena jajaran prosesor Ryzen 4000 bisa membuat laptop menjadi setipis ini punya performa yang sangat tinggi.

Varian ROG Zephyrus G14 yang diuji di sini menggunakan Ryzen 7 4800HS yang dipasangkan dengan GPU GTX 1650 Ti, RAM 8GB, dan layar 120 Hz. Ini memang bukan varian terkencang, karena ada opsi dengan Ryzen 9 4900HS dengan RTX 2060 Max-Q. Namun dalam pengujian, spesifikasi seperti ini sudah cukup untuk memainkan game AAA masa kini dengan seting kualitas tertinggi dengan frame rate yang masih mencukupi.

Contohnya adalah Shadow of The Tomb Raider dengan setingan tertinggi dan resolusi 1080p bisa mendapat frame rate di kisaran 55-58 fps. Jika masih kurang, tentu anda bisa sedikit saja menurunkan kualitas gambarnya untuk mendapat frame rate di atas 60 fps saat dimainkan di ROG Zephyrus G14.

Frame rate di game Assassin Creed's Odyssey di pengaturan ultra high ada di kisaran 30-an fps, sementara di pengaturan very high, framenya naik menjadi di kisaran 45-50 fps.

Frame rate hampir sama bisa didapat di game Assassin Creed's Odyssey yang dikenal cukup berat. Lalu untuk memanfaatkan layar 14 inch 120Hz-nya, saya mencoba CS:GO, yang dengan pengaturan paling tinggi, frame rate 120 fps sudah jauh terlewati, jadi ROG Zephyrus G14 juga cocok untuk memainkan game kompetitif yang membutuhkan frame rate tinggi.

Sekadar memuaskan rasa penasaran, saya menjajal Cinebench R20 untuk mengetahui skor yang bisa didapat oleh prosesor anyar AMD ini. Skor yang didapat adalah 475 untuk single core dan 3884 untuk multi core, jauh lebih tinggi dari Zephyrus generasi sebelumnya dengan Intel Core i7-9750H yang pernah saya coba.

Bahkan skor yang didapat dari prosesor delapan core dan 16 thread ini sangat tinggi untuk sebuah prosesor dengan thermal design power (TDP) 45 watt.

Soal ketersediaan port, Zephyrus G14 cukup royal. ada dua USB-A, HDMI, jack audio 3,5mm, dan dua USB-C yang juga bisa dipakai untuk mengisi baterai, meski Asus juga menyediakan port khusus untuk charger 180W yang dipaketkan bersama laptop ini. Jelas tak ada Thunderbolt 3 di Zephyrus G14 karena itu adalah teknologi milik Intel.

Ada hal unik lain di ROG Zephyrus G14 yang kami uji, yaitu fitur AniMe Matrix, yang merupakan 1.215 mini LED yang terpasang di bagian depan laptop. Mini LED ini bisa menampilkan animasi, teks, dan berbagai efek menarik di belakang layar laptop.

AniMe Matrix tidak hanya dapat menampilkan teks, atau tampilan yang telah tersedia seperti notifikasi baterai atau mode equalizer yang akan sinkron dengan audio. Pengguna ROG Zephyrus G14 juga bisa memasukkan gambar atau animasi sehingga tampilannya dapat bervariasi.

Sayangnya, bodi tipis Zephyrus G14 menyimpan satu masalah. Yaitu sistem pendinginannya. Saat idle, suhu prosesornya berkisar di angka 40-an derajat celcius, dan saat dipakai bermain game, baik CPU maupun GPU ada di kisaran 80-90 derajat celcius.

Suhu setinggi ini sebenarnya bukan hal aneh untuk laptop game, asalkan suhu di keyboard -- yang bersentuhan dengan tangan pengguna -- tetap terjaga. Namun di Zephyrus g14, suhu di area keyboard ini terasa cukup panas, dan hampir membuatnya tak nyaman untuk dipegang.

Asus ROG Zephyrus G14Asus ROG Zephyrus G14 Foto: Istimewa

Satu lagi, suara kipas Zephyrus G14 cukup kencang. Bahkan saat idle, kipas di laptop ini masih sedikit terdengar. Saat dipakai bermain game, suaranya tentu lebih kencang lagi.

Mungkin keyboard eksternal dan headphone bakal jadi alat wajib saat bermain game menggunakan Zephyrus G14 untuk menghindari ketidaknyamanan akibat suhu dan suara kipas tadi.

Namun menurut saya, ini terbilang wajar untuk laptop dengan performa setinggi ini namun dengan bodi yang... yah, bahkan terkadang saya lupa ini adalah sebuah laptop gaming karena bodinya yang mungil dan bobotnya yang hanya sedikit lebih berat dari laptop non gaming.

Lalu soal daya tahan baterai. Saat dipakai untuk kegiatan non gaming seperti browsing menggunakan Chrome, mengetik, dan menonton video di YouTube (lewat browser) dan Netflix (lewat aplikasi dari Microsoft Store) di tingkat kecerahan 50%, baterainya bisa bertahan sekitar 8 jam.

Namun saat dipakai bermain game, baterainya bertahan kurang dari dua jam. Pengisian baterainya pun relatif cepat, menggunakan charger 180W bawaan selama satu jam bisa mengisi baterainya sampai 80%.

Asus ROG Zephyrus G14Asus ROG Zephyrus G14 Foto: Istimewa

Kesimpulan


Zephyrus G14 menurut kami adalah laptop serba bisa, dari main game, sampai menyelesaikan pekerjaan sehari-hari. Terlebih lagi daya tahan baterainya cukup tinggi. Keyboard dan touchpadnya pun cukup nyaman digunakan, dengan layar yang punya akurasi warna cukup tinggi.

Namun perlu diingat, laptop ini cukup panas dan suara kipasnya cukup terdengar. Namun jika Anda bisa berdamai dengan dua hal tersebut, Zephyrus G14 layak untuk dijadikan laptop utama Anda, baik untuk bekerja ataupun untuk bersenang-senang alias bermain game.

(asj/fay)