Rabu, 24 Apr 2019 20:17 WIB

Review

Nokia 3.1 Plus, Baterai Awet buat Kamu yang Produktif

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Nokia 3.1 Plus, punya baterai awet untuk mendukung produktivitas penggunanya. (Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET) Nokia 3.1 Plus, punya baterai awet untuk mendukung produktivitas penggunanya. (Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET)
Jakarta - HMD Global yang bertangung jawab dalam memproduksi ponsel Nokia belum lama ini merilis Nokia 3.1 Plus di Indonesia. Saat diluncurkan di sini, ponsel ini hadir dengan tidak menjual fitur yang dimilikinya.

Itu tentu menarik mengingat ponsel-ponsel di pasaran saat ini kebanyakan saling berlomba untuk menyajikan fitur-fitur canggih. Mulai dari layer penuh, kamera pop-up, hingga kualitas jepretan yang menawan.

Lantas, apa yang diunggulkan oleh Nokia 3.1 Plus? detikINET pun berkesempatan menjajalnya untuk mengetahui jawabannya.



Desain

Sederhana. Kata tersebut cocok untuk menggambarkan desain dari Nokia 3.1 Plus. Hal ini tampak dari finishing matte yang ada pada bagian belakang dari smartphone tersebut. Agar tidak terlalu datar penampilannya, ada lis di sekitar penampang kamera dan flash LED serta sidik jari, yang berjajar di tengah atas secara vertikal.

Bodinya sendiri terbuat dari aluminium. Hal ini membuat sidik jari pengguna tidak mudah tertinggal pada bagian belakangnya. Meski demikian, bukan itu sebenarnya yang menjadi isu utamanya.

Penggunaan aluminium membuat minyak dan goresan mudah tertinggal pada bagian belakang Nokia 3.1 Plus. Selain itu, ia lebih memberikan kesan licin sehingga risiko jatuh dari genggaman lebih besar. Walau begitu, sejatinya ponsel ini sangat nyaman digenggam.

Tampak belakang Nokia 3.1 Plus.Tampak belakang Nokia 3.1 Plus. Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET

Kesan sederhana juga tampak di bagian depan. Tidak ada notch yang memberikan ruang bagi tulisan "NOKIA" untuk bercokol di atas layar, menemani speaker untuk menelepon dan lensa tunggal sebagai kamera depan. Bezel di samping layar sudah cukup tipis, namun bagian 'dagunya' masih terbilang tebal.

Hal yang sedikit unik ada di bagian samping ponsel. Nokia 3.1 Plus memiliki dua slot sim card terpisah. Yang pertama menyimpan sim card utama dan sd card, sedangkan satunya untuk sim card kedua. Di sisi seberangnya, ada tombol power dan volume.

Ponsel ini memiliki jack audio di bagian atas. Hal ini membuat bagian bawahnya dimaksimalkan untuk speaker dan lubang yang menyerupai speaker yang mengapit micro USB.

Audio dan Visual

Untuk kualitas audio, suara yang dihasilkan speaker dari Nokia 3.1 Plus terbilang biasa saja. Selain itu, suaranya yang cukup menyebar memberikan kesan 'sember' di telinga. Sebagai catatan, ia sedikit lebih kuat di treble ketimbang bass.

Hal berbeda terjadi ketika ponsel ini dipasangkan dengan earbuds. Walau masih menggunakan Bluetooth 4.1, range volume yang diberikan tetap tak berubah dengan saat mendengarkan lagu menggunakan speaker.

Lanjut ke visual, smartphone ini memiliki layar IPS LCD berukuran 6 inch, dengan resolusi HD+, aspek rasio 18:9, dan screen to body ratio 77,5%. Bukan spesifikasi yang terbaik memang, namun hal tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan menonton.

Terlebih, ia sudah bisa menghadirkan video YouTube dengan kualitas hingga 720p60. Hanya saja, warna yang dihasilkan memang kurang kontras, ditambah tidak ada mode kualitas warna pada layar.

Oh iya, sekadar mengingatkan, jangan sekali-kali menyalakan ponsel dari keadaan mati di dalam ruangan gelap. Hal ini lantaran saat dinyalakan, layar akan berada pada tingkat kecerahan paling tinggi, ditambah latar putih yang dijamin bakal membuat mata silau.

Ngomong-ngomong silau, Nokia 3.1 Plus punya Adaptive Brightness. Fitur tersebut memungkinkan smartphone ini mengatur tingkat kecerahannya secara otomatis ketika penggunanya berpindah tempat dengan kondisi cahaya berbeda.

Performa dan Baterai

Nokia 3.1 Plus menggunakan prosesor Mediatek MT6762 Helio P22 yang ditunjang RAM 3GB dan ROM 32GB, dengan opsi memori eksternal hingga 400GB. Bisa dibilang, spesifikasi tersebut tidak terlalu mentereng untuk sebuah ponsel yang berada di kelas menengah ini.

Lag masih dapat dijumpai dalam beberapa kesempatan, dengan yang paling sering ketika sedang menjalankan aplikasi YouTube. Walau demikian, hal ini juga dipengaruhi dari koneksi internet.

Ketika coba menggunakan aplikasi yang mendukung produktivitas seperti Microsoft Office, Adobe Lightroom, Canva, dan Quik, ponsel ini dapat menjalankannya dengan baik. Hal ini sesuai dengan embel-embelnya saat diluncurkan sebagai ponsel yang mendukung produktivitas penggunanya.

Sedangkan saat dicoba menjalankan dua aplikasi sekaligus menggunakan mode split screen, ponsel ini masih dapat mengakomodasinya dengan baik. Transisi yang terjadi ketika berganti aplikasi pun terbilang mulus.

Hal berbeda terjadi ketika dicoba untuk bermain game. Nokia 3.1 Plus sendiri menggunakan GPU PowerVR GE8320. Ada tiga game mainstream yang coba dimainkan menggunakan ponsel ini, yaitu PUBG Mobile, Ashpalt 9, dan Mobile Legend.

Hasilnya, lag terjadi di semua game di atas. Paling parah terjadi di Ashpalt 9 dan PUBG Mobile, walaupun grafisnya sudah diatur pada tingkatan paling rendah, sehingga pengalaman bermain jadi kurang mengesankan. Sedangkan pada Mobile Legend, lag yang timbul masih dapat diterima karena tidak terlalu mengganggu keasyikan bermain.

Biasanya, ponsel ini akan mulai panas 30 menit setelah mulai dimainkan. Meski begitu, rasa panas yang dihasilkan tidak berlebihan sehingga tidak mengganggu ketika bermain. Selebihnya, tidak ada fitur khusus untuk mendukung pengalaman gaming penggunanya.

Bicara baterai, Android 9 Pie yang sudah tersedia membuat ponsel ini dapat terisi dayanya dengan cepat, walau masih menggunakan micro USB dan tidak mengusung fast charging. Hanya butuh sekitar 1,5 jam untuk mengisi baterai smartphone yang kapasitasnya 3.500mAh ini hingga penuh.

Satu catatan, kondisi awal baterai saat hendak dicas berada di level 2-5%. Ketika penuh, ketahanan baterai bisa sampai dua hari, bahkan lebih. Ketika digunakan secara intensif pun, ia masih bisa bertahan seharian, bahkan dalam beberapa kesempatan bisa lewat sehari.

Terlebih, fitur-fitur seperti Adaptive Battery dan Battery Optimisation yang dapat menyesuaikan penggunaan baterai pada aplikasi-aplikasi membuat ponsel ini awet baterainya, meski kapasitasnya tidak besar-besar sekali.

Soal keamanan, smartphone ini dilengkapi dengan fingerprint scanner yang cepat merespons input dari user. Selain itu, pengguna juga bisa memunculkan toggle notifikasi dengan melakuan swipe ke bawah pada pemindai sidik jari.

Masih ada banyak gesture yang ditawarkan ponsel ini. Salah satunya adalah meletakkan ponsel dengan layar menghadap ke bawah untuk menolak panggilan. Hal ini tidak terlepas dari stock Android yang dimiliki oleh smartphone tersebut.

Satu yang patut diacungi jempol adalah hadirnya fitur NFC di ponsel ini. Tidak banyak smartphone di kelasnya yang menghadirkan fitur tersebut. Mengisi uang elektronik pun bisa dilakukan dengan mudah menggunakan NFC.

Sebagai pelengkap, berikut hasil benchmark Nokia 3.1 Plus menggunakan aplikasi Geekbench 4:

Hasil benchmark Nokia 3.1 Plus.Hasil benchmark Nokia 3.1 Plus. Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET

Kamera

Nokia 3.1 Plus mengusung kamera ganda di belakang dengan kualitas 13 MP (f/2.0) dan 5 MP (f/2.4). Sedangkan di bagian depan ada lensa tunggal 8 MP (f/2.2). Baik di depan maupun belakang terdapat flash LED, dengan di bagian depan dipancarkan melalui layar.

Hasil jepretan ponsel ini cukup baik pada kondisi cahaya yang cukup. Bahkan, ketika Matahari sedang terik-teriknya, kamera smartphone ini masih mampu memberikan gambar yang terbilang bagus.

Situasinya sedikit berubah ketika ia digunakan untuk mengambil gambar di kondisi low light. Noise yang dihasilkan masih sangat kentara.

Terlebih, tidak ada night mode di dalam aplikasi kameranya. Mode manualnya pun malah lebih banyak memberikan pilihan untuk white balance ketimbang ISO atau shutter speed.

Selebihnya, mode bokeh-nya sudah cukup baik. Efek beautification yang dihasilkan lumayan berlebihan, tapi tidak norak karena tak terlalu mengubah warna kulit asli dan fokus pada penyamaran flek hitam.

Sedangkan rekaman videonya bisa memiliki kualitas FHD 1080p, baik menggunakan kamera depan maupun belakang. Tidak adanya OIS membuat hasilnya kurang maksimal ketika merekam saat berjalan atau ada guncangan.

Berikut hasil foto menggunakan Nokia 3.1 Plus:

Hasil foto menggunakan Nokia 3.1 Plus.Hasil foto menggunakan Nokia 3.1 Plus. Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET
Hasil foto menggunakan Nokia 3.1 Plus.Hasil foto menggunakan Nokia 3.1 Plus. Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET
Hasil foto menggunakan Nokia 3.1 Plus.Hasil foto menggunakan Nokia 3.1 Plus. Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET
Hasil foto menggunakan Nokia 3.1 Plus.Hasil foto menggunakan Nokia 3.1 Plus. Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET
Hasil foto menggunakan Nokia 3.1 Plus.Hasil foto menggunakan Nokia 3.1 Plus. Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET
Hasil foto menggunakan Nokia 3.1 Plus.Hasil foto menggunakan Nokia 3.1 Plus. Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET

Opini detikINET

Sesuai dengan gembar-gembor ketika diluncurkan Nokia 3.1 Plus memang tidak berjualan fitur. Hal ini terlihat dari kemampuan kamera yang tidak istimewa serta pengalaman gaming yang biasa saja.

Meski demikian, smartphone ini masih oke untuk menjalankan aplikasi-aplikasi yang menunjang produktivitas penggunanya. Hal tersebut bisa dibilang jadi salah satu nilai jual terdepannya, selain ketahanan baterai yang mantap.

Dengan harga Rp 1.999.000 (turun Rp 400.000 dari harga peluncuran sebulan lalu), Nokia 3.1 Plus bisa menjadi pilihan bagi yang ingin mencari ponsel berdesain simple dan baterainya awet. Hanya saja, jangan berharap lebih pada kamera untuk kondisi low light dan kemampuannya dalam melahap aplikasi game.

(mon/krs)