Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Review Produk
Lumia 540: Stylish Tanpa Bikin Kantong Bolong
Review Produk

Lumia 540: Stylish Tanpa Bikin Kantong Bolong


Rachmatunisa - detikInet

Lumia 540 Dual SIM (rns/detikinet)
Jakarta -

Sejak diakusisi Microsoft, unit bisnis ponsel Nokia yang kini berganti nama menjadi Microsoft Devices sangat cepat meng-update seri handset Lumia. Dalam setahun, kita bisa melihat beberapa ponsel Lumia baru yang dirilisnya, terutama untuk segmen entry level.

Salah satunya yang termasuk baru adalah Lumia 540 Dual SIM. Microsoft Devices secara resmi mengumumkan ketersediaannya di Indonesia, pertengahan Juni lalu.

Ramah kantong, stylish dan menawarkan performa mumpuni untuk keseimbangan produktivitas, hiburan, dan sosialisasi. Demikian klaim Microsoft Devices mempromosikan smartphone murahnya ini. Untuk membuktikannya, detikINET pun menguji kemampuan ponsel ini. Berikut review lengkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desain dan Tampilan

Kebanyakan smartphone saat ini punya tampilan mirip. Tidak banyak di antaranya yang punya ciri khas. Untungnya, Lumia 540 termasuk salah satu yang punya tampilan menarik, terutama karena cover belakangnya yang berbalut lapisan transparan. Kebetulan unit yang detikINET review adalah biru Cyan yang menawan.

Desain Lumia 540 tidak jauh berbeda dengan seri sebelumnya, yakni Lumia 535. Dimensi 144x73,7x8,6 mm dan bobot 152 gram, membuatnya terlihat ramping dan ringan. Lumia 540 cukup pas di genggaman tangan, tidak terlalu besar juga tidak kekecilan. Selain itu, setiap sudut Lumia 540 punya desain melengkung sehingga tidak tajam dan nyaman saat digenggam.



Secara keseluruhan, Lumia 540 tidak terlihat seperti ponsel segmen murah. Selain lapisan cover transparan yang membuat ponsel terlihat menarik, nilai lebih dari desain Lumia 540 adalah materialnya yang cukup solid.

Di sisi lain, cover yang cantik ini punya kelemahan yakni terasa licin. Selain itu, material cover belakang tersebut mudah kotor oleh bekas tangan atau sidik jari sehingga harus rajin dibersihkan. Kelemahan ini mungkin akan sedikit mengganggu bagi pengguna yang tangannya mudah berkeringat.



Beralih ke bagian depan, Anda hanya akan menemukan layar 5 inch. Microsoft Devices sengaja menghilangkan tombol back, logo Windows home dan pencarian yang biasanya berjejer di bagian bawah layar dengan penggunaan tombol on-screen.

Yang tidak berubah adalah penempatan tombol dan port di sekeliling ponsel. Seperti seri Lumia lainnya, tombol power dan volume ditempatkan di sisi kanan, port Micro-USB di bagian bawah dan headset socket di bagian atas.

Layar

Sebagai smartphone di kategori entry level, tampilan layar Lumia 540 terbilang lumayan. Layar 5 inch multitouch-nya cukup lebar dan dibekali resolusi 720 x 1280, kerapatan pixel 294 ppi serta teknologi IPS LCD yang menghasilkan 16 juta warna.

Seri Lumia 540 Microsoft juga dibenamkan teknologi ClearBlack display. Berkat teknologi ini, kita bisa tetap melihat layar dengan jelas ketika kondisi terlalu terang, terutama di bawah terik matahari.

Kelemahannya, layar Lumia 540 rawan tergores karena tidak dilapisi pelindung layar. Ini terjadi pada unit Lumia 540 yang diuji detikINET.

Padahal, cara menyimpan ponsel selalu dilakukan serapi mungkin dengan tidak menyatukannya dengan benda-benda seperti kunci atau uang logam. Untuk mengantisipasinya, pengguna bisa melapisi ponsel dengan screen protector.

Software dan Performa

Lumia 540 sudah berbasis Windows Phone 8.1 dengan update Lumia Denim. Microsoft berjanji perangkat seharga Rp 1,9 juta ini akan mendapat upgrade Windows 10 tak lama setelah dirilis nanti.

Dibekali prosesor quad core 1,2 GHz Snapdragon 200 dan RAM 1GB, kinerja Lumia 540 berjalan lumayan mulus dan responsif. Tidak terjadi crash atau reboot selama pengujian. Kinerja grafis Lumia 540 juga cukup meyakinkan berkat dukungan Adreno 302, terutama untuk main game.

Dengan versi terbaru Windows Phone 8.1 update Lumia Denim, Lumia 540 bisa mencicipi fitur-fitur terbaru seperti pin-to-start dari item pengaturan, double-tap pada navigasi bar untuk lock dan lain-lain.

Soal daya tahan, baterai 2200 mAh mampu menyokong kinerja Lumia 540. Rata-rata ponsel Lumia memang dikenal awet meski kapasitas baterainya terbilang kecil.



Saat pengujian, detikINET menggunakannya untuk kegiatan normal seperti menerima atau melakukan panggilan telepon, messaging, berjejaring sosial, fotografi dan rekam video, bermain game serta menonton YouTube.

Hanya saja, ponsel akan terasa hangat jika dipakai bermain game lebih dari 10 menit. Meski demikian, secara rata-rata Lumia 540 dapat bertahan sekitar 10 jam dalam satu kali isi ulang baterai sebelum masuk mode baterai saver pada kondisi baterai sekitar 20%.

Untuk kapasitas ruang penyimpanan, Lumia 540 punya memori internal yang lapang sebesar 8 GB. Bila ruang penyimpanan dirasa kurang, bisa ditambah melalui slot microSD hingga 128 GB.

Asyiknya, seperti seri Lumia lainnya, pengguna akan mendapatkan tambahan penyimpanan 15GB berbasis cloud di OneDrive. Microsoft juga bermurah hati menambahkan lagi 15GB jika fitur upload otomatis ke OneDrive diaktifkan.

Kamera

Untuk kebutuhan fotografi, Lumia 540 dibekali kamera belakang 8 MP dengan sensor 1/4 inch, aperture f/2,2 dan fitur LED Flash, autofocus serta geo-tagging. Fitur pengaturannya pun cukup lengkap. Selain untuk menjepret, kamera utama ini juga cukup baik untuk merekam video.

Didukung berbagai aplikasi khas kamera Lumia, pengguna bisa bebas berkreasi dengan jepretan mereka. Berbagai aplikasi tersebut antara lain Lumia Selfie, Lumia Refocus, Lumia Cinemagraph, Lumia Panorama dan masih banyak lagi.

Untuk memenuhi kebutuhan pengguna ponsel masa kini yang hobi berfoto selfie, Microsoft membekali Microsoft Lumia 540 dengan kamera selfie beresolusi cukup besar, yakni 5 MP dengan aperture f/2,4 dan fitur wide angle. Spesifikasi yang lumayan untuk ponsel entry level.

Kamera depan tersebut akan memanjakan para pengguna saat sedang melakukan kegiatan video call ataupun saat sedang berfoto selfie. Secara keseluruhan, kamera belakang dan depan Lumia 540 sudah cukup mumpuni untuk kebutuhan fotografi sehari-hari dan media sosial. Contoh hasil jepretannya, dapat dilihat di bawah ini.

Outdoor


Indoor


Low light

 

Makro

 

Kamera depan

Konektivitas

Sesuai dengan namanya, Lumia 540 Dual SIM, ponsel ini dibekali fitur dual micro SIM dengan dual stand-by. Dukungan dual SIM akan memudahkan pengguna berkomunikasi, karena bisa mengaktifkan dua kartu dari nomor atau operator telekomunikasi berbeda dalam satu ponsel.

Untuk memastikan kelancaran akses internet, penerus Lumia 535 tak hanya didukung 2G GSM dan 3G HSDPA, tetapi juga jaringan data GPRS serta EDGE. Ini akan membantu pengguna tetap bisa internetan saat berada ditempat atau wilayah yang belum tersentuh jaringan 3G.

Sebagai catatan, ponsel ini belum didukung jaringan 4G LTE. Memang, akses 4G LTE belum tersedia secara luas di Indonesia. Namun ada sebagian pengguna yang berpikir tidak ada salahnya bersiap dengan ponsel yang sudah dibekali 4G LTE.



Apalagi, saat ini smartphone entry level dengan banderol tak jauh beda dengan Lumia 540 sudah banyak yang mendukung konektivitas generasi keempat tersebut.

Tambahan lainnya, konektivitas lain seperti WiFi, Bluetooth, GPS serta USB, bekerja dengan baik di Lumia 540.

Cortana

Nilai tambah keasyikan dari Windows Phone yang beredar saat ini, termasuk di Lumia 540, yakni adanya aplikasi bawaan dari Windows 8.1 bernama Cortana.

Tidak ada perbedaan kinerja Cortana di ponsel seri high end maupun entry level seperti Lumia 540. Asisten virtual ini bekerja dengan baik dan responsif. Kalaupun ada sedikit lag, lebih sering dikarenakan koneksi yang tidak stabil saat menjalankan perintah yang membutuhkan koneksi internet.

Seperti fitur asisten virtual lainnya, Cortana bisa menjadi asisten pribadi pengguna. Misalnya, Cortana bisa diminta mengingatkan jadwal ke dokter gigi pada hari dan jam yang telah ditentukan, melakukan panggilan telepon, membalas pesan, mencarikan restoran terdekat, melakukan pencarian informasi, dan lain-lain.

Yang menarik, Cortana tak hanya bisa memberikan respons serius sesuai perintah, tetapi juga diajak ngobrol seperti berbicara dengan orang sungguhan. Kepintaran Cortana memang sudah sering dipamerkan Microsoft. Keluwesan respons dan gaya bahasa Cortana yang natural memang menjadi kelebihan tersendiri.

Cortana bisa menanggapi pertanyaan-pertanyaan iseng seperti "Kamu berasal dari mana?", "Apakah kamu punya pacar?", "Apakah kamu mengantuk?" dengan jawaban lucu. Dia bahkan mau bernyanyi ketika detikINET memintanya. Jadi, tak hanya berfungsi sebagai asisten virtual, fitur ini juga bisa jadi hiburan.



Sebelum menggunakan Cortana, kita harus membuat ponsel menggunakan bahasa yang support dengan Cortana melalui menu pengaturan. Sayangnya, untuk saat ini Cortana belum bisa 'berbicara' bahasa Indonesia. Untuk bisa 'mengobrol' dengan Cortana, settingan yang paling umum dipilih adalah bahasa Inggris (US).

Untuk mengaktifkannya, pengguna memang harus terlebih dahulu melakukan tap pada ikon aplikasi atau tombol pencarian di kanan bawah layar. Setelah itu, baru kemudian kita bisa berbicara dengan Cortana. Berharap saja ke depannya, Microsoft akan lebih memudahkan pengaktifan Cortana hanya dengan memanggilnya seperti di Google Now.

Kelebihan dan kekurangan

Plus

  • Desain stylish dan material solid
  • Layar lebar dengan tampilan cukup memuaskan
  • Baterai awet
  • Ruang penyimpanan cukup besar, ditambah dengan kapasitas dari One Drive
  • Kamera cukup memenuhi kebutuhan fotografi sehari-hari
  • Fitur dual SIM, dual stand-by
  • Cortana sebagai asisten pribadi sekaligus hiburan


Minus

  • Casing belakang licin dan mudah kotor
  • Layar mudah tergores
  • Baterai mudah panas jika dipakai bermain game
  • Belum mendukung 4G LTE

(rns/ash)








Hide Ads