Secara penampilan tidak ada yang istimewa pada produk ini, bentuknya masih terlihat konvesional jika dibandingkan dengan produk sejenis, misalnya Roccat Cave yang memiliki penampilan begitu eksotik. Di luar penampilan, Corsair HS1 ternyata sangat nyaman digunakan.
Pertama, hal itu karena bantalan HS1 terbuat dari bahan yang lembut dan mampu mengisolasi suara dari luar dengan baik. Kedua, bantalan tersebut juga bisa diputar 90 derajat, dan terakhir ketinggian bantalan ini juga bisa disesuaikan naik-turun sesuai dengan ukuran kepala penggunanya. Namun sayangnya debu mudah sekali melekat pada bantalan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bantalan tersebut juga memiliki ukuran yang besar, sehingga bisa menutup telinga dengan sempurna. Hal ini dikarenakan Corsair membenamkan sepasang speaker berukuran 50mm yang diklaim bisa mereproduksi suara lebih detail jika dibandingkan dengan ukuran 40mm atau lebih kecil.
Β
Hal lain yang membuat produk ini terlihat unik adalah pengunaan USB sebagai koneksinya, bukan jack 3.5mm seperti headphone pada umumnya. Corsair menganggap dengan cara ini keluaran suara dari HS1 bakal lebih baik ketimbang headset lain di kelasnya.Β Β
Klaim Corsair mungkin bukan sesumbar belaka, detikINET mengajak beberapa orang untuk mendengarkan musik melalui produk ini. Hasilnya, hampir seluruh pengguna setuju bahwa headset ini memiliki kualitas suara yang baik. Meski sebagian berpendapat bahwa suara bass yang dihasilkan kurang sempurna.
Itu untuk urusan seputar musik, lalu bagaimana dengan jika digunakan untuk bermain game atau menonton film high definition (HD)?

Karena dirancang untuk para gamer, maka memainkan game menggunakan headset ini merupakan hal yang menyenangkan. Pemain bakal mendapatkan suara yang baik, dengan efek surroud yang terdengar sangat nyata. Umpamanya ketika sedang memainkan Medal of Honor, pemain bisa mendengar arah kedatangan musuh atau pun desingan peluru yang terlontar. Belum lagi efek ledakan yang terdengar menggelegar.
Kurang puas dengan keluaran suara standart, pengguna bisa mengaktifkan fitur Dolby untuk menciptakan suara surround 5.1 dan 7.1 tanpa kehilangan detail suaranya. Namun hasil serupa tidak didapat ketika digunakan untuk menyaksikan film.
Sebagai catatan, baik USB atau pun jack 3,5mm tidak memenuhi standar suara untuk mengeluarkan kualitas Dolby yang sesungguhnya. Untuk itu pengguna diwajibkan agar menggunakan aplikasi pengolah suara yang disediakan oleh vendor terkait.
Secara keseluruhan Corsair HS1 memang cukup menggoda sebagai pendamping gamer, namun karena menggunakan koneksi berbasis USB, maka menimbulkan sedikit dilema ketika berencana untuk meminangnya.
Pasalnya, proses pengolahan suara yang dilakukan produk ini bukanlah dikerjakan oleh kartu suara yang ada dalam PC, melainkan melalui bantuan software khusus yang disertakan dalam paket penjualan HS1.
Bagi para pengguna notebook atau komputer dengan kartu suara onborad mungkin berita gembira, namun lain halnya bagi gamer yang menggunakan kartu suara sekelas Creative X-Fi atau Asus Xonar. Teknologi pengolahan suara yang dilakukan oleh kartu suara tersebut tidak akan berpengaruh pada keluaran suara Corsair HS1.Corsair HS1, memulai debutnya pada September 2010 sebagai headset gaming dengan mengedepankan kualitas audio yang menjanjikan. Di Indonesia, produk tersebut didistribusikan oleh PT Dimensi Tiga dan dipatok pada kisaran harga USD 99.
Kelebihan:
+ Suara bagus
+ Dukung Dolby
+ Nyaman digunakan
Kekurangan:
- Desain kurang menarik
- Bantalan cepat kotor
Spesifikasi:Headphones
- Frequency response: 20Hz β 20kHz
- Impedance: 32 Ohms at 1kHz
- Dynamic range: 93dB A-wtd
- USB power consumption: 250mW
- Drivers: 50mm
- Cable: 3 meters
- Connector: USB Type A
- Type: Unidirectional noise-cancelling condenser
- Impedance: 2.2k Ohms
- Frequency response: 200Hz β 10kHz +/- 2dB
- Sensitivity (1mW, 1KHz):-45dB +4/-2 dB