Murah dan mudah rusak, mungkin stigma negatif yang terlanjur melekat di ponsel cerdas yang dibuat oleh perusahaan asal China. Walaupun kenyataanya tidak semuanya seperti demikian.
Dibandingkan nama-nama mentereng seperti Samsung, LG atau Apple, brand-brand asal Negeri Tirai Bambu ini memang kalah bersinar. Eits, tapi tunggu dulu soal spesifikasi produk, brand asal China boleh diadu.
Memang ponsel asal China yang mempunyai kualitas di atas rata-rata belum mempunyai nama, tapi di negaranya sendiri setidaknya mereka sudah dikenal dan banyak digunakan. Bahkan beberapa di antara merek tersebut ada yang sudah mulai mengepakan sayapnya ke luar China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Yulong Coolpad
|
|
Sebagian besar orang mungkin akan bertanya-tanya mengenai Yulong itu. Wajar memang, mengingat Yulong besar di China.
Mengusung merek Coolpad, Yulong menawarkan ponsel berbasis Android yang berfokus untuk segmen menengah ke bawah.
Kendati mengusung smartphone entry level, Yulong Coolpad tak sembarangan dalam menentukan spesifikasi, desain dan inovasi. Akan tetapi tetap mempertahankan sisi harga murahnya.
2. Xiaomi
|
|
Strategi marketing yang dijalankan Xiaomi pun disebut-sebut mirip Apple. Termasuk gaya sang CEO Lei Jun yang saat melakukan presentasi langsung mengingatkan kita kepada sosok Steve Jobs yang melegenda di Apple. Lengkap dengan pakaian atasan hitam, celana jeans, dan sepatu sneakers-nya.
Salah satu kunci kesuksesan Xiamoi adalah ponsel gahar dengan harga yang ramah di kantong. Mereka pernah membuat smartphone Android quad core dengan harga tak lebih dari USD 130.
Soal kualitas jangan dianggap remeh. Buktinya, mereka memiliki basis pengguna yang masih setia sampai saat ini.
3. OPPO
|
|
OPPO pun mulai fokus mengembangkan teknologi terkini di bidang smartphone. Tujuannya untuk bersaing dengan brand-brand besar.
Tahun 2012, OPPO mencuri perhatian dengan merilis smartphone yang diklaim tertipis di dunia. Dengan ketebalan yang hanya 6,65 mm.
OPPO Finder, demikian nama ponsel tersebut. Meski berbodi langsing, ia dibalut dengan material mumpuni sehingga cukup kuat jika terhantam benturan.
4. Huawei
|
|
Berbasis teknologi itu pula membuat Huawei dengan mudah membuat ponsel sesuai dengan keinginan pasar dan cocok untuk semua jaringan.
Huawei bahkan mengaku mampu merangsek ke jajaran top smartphone global di bawah Samsung dan LG.
5. ZTE
|
|
Di segmen ini, ZTE memang masih berada di bawah bayang-bayang Huawei. Namun demikian, ZTE tak disangsikan kualitasnya lagi.
Malah mereka mencoba melakukan gerabakan dengan membuat ponsel dengan OS Firefox, sebagai sarana alternatif selain Android.
6. Lenovo
|
|
Lenovo memang sudah punya reputasi sebagai vendor PC berkualitas. Sehingga membantu mereka dalam membangun merek di pasar smartphone.
Handset besutan Lenovo dikenal memiliki spesifikasi lumayan tinggi, dibandingkan merek lain dengan harga setara. Akan tetapi, mereka juga merilis handset kelas atas.
Seperti K900. Smartphone Android berbasis Intel ini memiliki spesifikasi kelas tinggi.
(tyo/fyk)