Kamis, 23 Jan 2020 05:32 WIB

Ini Bukti TikTok Ancaman Nyata Facebook

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: (Aisyah Kamaliah/detikcom)
Jakarta -

TikTok mempunyai pencapaian baru selama 2019, yaitu lebih banyak diunduh dibanding Facebook dan Messenger.

Menurut laporan Store Intelligence Data Digest buatan Sensor tower, TikTok diunduh lebih dari 700 juta kali selama 2019, yang membuat mereka menjadi aplikasi paling banyak diunduh ke-2 dan hanya kalah dibanding WhatsApp.

TikTok sendiri pada 2018 masih berada di posisi ke-4, di bawah WhatsApp, Messenger, dan Facebook, sementara Instagram ada di posisi ke-5. Jadi selama dua tahun terakhir, TikTok adalah satu-satunya aplikasi yang bukan milik Facebook dalam lima besar aplikasi paling banyak diunduh.

India adalah pasar terbesar TikTok selama 2019, dengan kontribusi 44% unduhan selama setahun. Padahal, pada April 2019 pemerintah India sudah melarang kehadiran TikTok di negara tersebut.

Sementara di China, jumlah pengunduhnya TikTok masih terus menurun sejak mencapai puncaknya pada Maret 2018. Namun negara asal Bytedance -- induk TikTok -- tersebut masih menjadi sumber pendapatan utama mereka, dengan kontribusi 78% pemasukan TikTok pada Q4 2019.

Selama 2019 TikTok mencatatkan pemasukan sebesar USD 176,9 juta, yang menjadi pemasukan terbesar mreka sepanjang sejarah. Padahal bisa dibilang mereka masih mencoba-coba bermacam cara untuk memonetasi layanannya itu.

TikTok sendiri bukan tanpa kontroversi. Pada Februari 2019 mereka didenda USD 5,7 juta karena melanggar aturan Children's Online Privacy Protection Act. Penyebabnya adalah aplikasi tersebut membolehkan anak di bawah 13 tahun untuk mendaftar tanpa izin orang tua.



Simak Video "Pensiun Main TikTok, Ini Kesibukan Bowo Alpenliebe"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fyk)