Sabtu, 27 Jul 2019 18:11 WIB

Orang Indonesia Berpergian Bisa Tempuh Jarak 22 Kali Bumi-Bulan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Rinto Heksantoro Foto: detikINET/Rinto Heksantoro
Jakarta - Orang Indonesia senang berpergian. Saat musim liburan, jarak tempuh kendaraannya bahkan bisa membentang setara dengan 22 kali pergi ke Bulan dan balik lagi ke Bumi.

Berdasarkan data dari Waze, pada 8 Juni 2019, selama akhir pekan Hari Raya tercatat 16,8 juta kilometer telah ditempuh oleh pengguna Waze di seluruh Indonesia. Jarak tersebut merupakan kilometer tertinggi yang pernah tercatat oleh aplikasi navigasi berbasis komunitas tersebut.




"Kemacetan mencapai puncak tertinggi sepanjang sejarah pada akhir pekan pertama bulan Juni, yaitu 149% peningkatan kilometer berkendara dibandingkan rata-rata nasional. Faktanya, jumlah tertinggi kilometer berkendara setara dengan 22 kali jarak yang dibutuhkan untuk pergi ke bulan dan kembali lagi ke bumi, dan kami prediksi pengendara akan mengalami kondisi serupa saat libur nasional berikutnya, yaitu pada saat long weekend, ataupun saat musim liburan akhir tahun," menurut Marlin R. Siahaan, Waze Indonesia Country Manager.

Masih berdasarkan data yang sama, navigasi ke berbagai lokasi seperti pom bensin, restoran, dan toko ritel juga meningkat tajam selama liburan. Misalnya, sejak 6 Juni hingga 9 Juni, navigasi ke restoran meningkat 114% dan navigasi ke toko ritel mencapai puncaknya hingga 60% kenaikan dibandingkan rata-rata setiap bulannya.

Waze menyebutkan orang memilih untuk pergi ke mall atau restoran karena lokasi-lokasi ini dianggap opsi terbaik untuk menghabiskan liburan, baik untuk makan, belanja, atau sekedar nongkrong.




Marlin menuturkan musim liburan merupakan kesempatan emas untuk sebuah perusahaan/merk menjadi lebih dekat dengan target audience. Sebagai aplikasi navigasi crowdsourced paling kuat di dunia dan sebagai perusahaan yang bergerak bersama komunitas, Waze memiliki lebih dari 4 juta pengguna aktif di Indonesia dan selalu terhubung dengan para penggunanya selama perjalanan mereka.

"Baik mereka yang terjebak atau tidak dalam kemacetan menuju toko atau tujuan lainnya, mereka akan terus mengemudi, Waze memahami konteks berkendara mereka dan memiliki kemampuan untuk mengubah lokasi menjadi tujuan pemasaran," kata Marlin.




Simak Video "Wah Google Buka Kemungkinan Bakal ''Pensiunkan'' Waze"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed