Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Habiskan Puluhan Miliar, e-Office Imigrasi Dibilang Murah

Habiskan Puluhan Miliar, e-Office Imigrasi Dibilang Murah


- detikInet

Jakarta - Departemen Hukum dan HAM menilai dana Rp 42 miliar yang dihabiskan untuk membangun sistim aplikasi imigrasi berbasis elektronik e-Office sudah termasuk murah.

Dirjen Imigrasi Basyir Ahmad Barawi menganggap pengeluaran dana tersebut justru lebih hemat karena telah beberapa kali mengalami penciutan dari semula Rp 48 miliar yang disiapkan.

"Saat lelang kami menawarkan anggaran Rp 48 miliar. Namun berhubung ada yang bisa menawarkan lebih murah dengan biaya Rp 42 miliar, kemudian kami menangkan. Jadi kita bisa menghemat Rp 5 miliar lebih, di mana dana sisanya kami kembalikan lagi ke kas negara," jelas Basyir di Gedung DepkumHAM, JL HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (13/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski dana yang dikeluarkan menciut, Basyir mengaku masih mengalami kendala dalam hal perawatan aplikasi (maintenance). "Kekurangan ada di aplikasi yang rumit. Masalah internal. Misalnya pemberian warna merah pada WNA yang bermasalah. Itu biayanya Rp 5 miliar," pungkasnya.

Sistim e-Office merupakan platform aplikasi yang dipasang di Ditjen Keimigrasian untuk memantau serta mengidentifikasikan setiap perpanjangan dan alih status izin tinggal. e-office dalam hal ini memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya sebagai platform pengembangan sistem keimigrasian yang berkelanjutan.

Sistim ini ditargetkan dapat mencakup seluruh wilayah Indonesia pada lima tahun mendatang. Dengan terkoneksinya sistim ini di 103 kantor imigrasi dan 33 divisi imigrasi di 33 propinsi, diharapkan dapat mempermudah proses perizinan dan bisa memangkas birokrasi yang berbelit-belit. (ptr/rou)




Hide Ads