Jerman -
Nokia dibuat pusing tujuh keliling oleh pemerintah Jerman. Perusahaan ponsel asal Finlandia ini diwajibkan memberikan uang sebesar 60 juta Euro atau sekitar Rp 850 miliar sebagai pengganti subsidi yang pernah dikucurkan pemerintah Jerman untuk Nokia. Hal ini terkait dengan
penutupan pabrik Nokia di Bochum, Jerman.
Pihak Nokia akan mengalihkan produksi di Bochum ke Cluj, Romania dan Komarom, Hongaria yang lebih murah tenaga kerjanya. Namun, rencana ini mendapat tentangan dari karyawan Nokia serta
pemerintah Jerman.
Softpedia yang dikutip
detikINET, Rabu (12/3/2008) melansir, pihak pemerintah Jerman, lewat The North Rhine-Westphalia Bank, memberi tenggang waktu paling lambat 31 Maret 2008 kepada Nokia untuk mengembalikan subsidi beserta bunganya tersebut. Jika tidak, maka akan ditempuh jalur hukum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum bisa dipastikan apakah Nokia akan bersedia membayar uang yang diminta pemerintah Jerman tersebut, mengingat pabrik Nokia di Bochum bukanlah pabrik yang bisa dibanggakan karena hanya memproduksi sekitar enam persen ponsel yang rawan untuk tidak memperoleh profit.Β
(dwn/dwn)