CEO Lagos, Ade Oyegbola mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengambil jalur hukum untuk menyelesaikan perkaranya dengan OLPC. Lagos meminta OLPC untuk membayar 'uang damai' senilai US$ 20 juta, sebagai tanda penyelesaian kasus pelanggaran hak paten yang dilakukan OLPC.
Paten yang dimaksud adalah paten untuk four-shift keyboard, yang memudahkan pengguna mengkombinasikan beragam karakter dari berbagai bahasa termasuk karakter khas Nigeria, dalam satu layout keyboard. OLPC dituduh telah melakukan rekayasa terbalik (reverse engineering) secara ilegal terhadap driver software milik Lagos.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juli 2006 lalu, Nigeria sudah memesan 1 juta laptop OLPC, namun belakangan pemerintah Nigeria justru berpaling dari laptop tersebut dan memilih laptop Classmatel Intel. Sementara itu paten keyboard milik Lagos sendiri -- Konyin Multilingual Keyboards -- dijual dengan harga US$ 19,95. Ini berarti, jika 1 juta laptop OLPC akan didistribusikan di Nigeria, jumlahnya setara dengan US$ 20 juta.
Oyegbola berharap pihaknya bisa menyelesaikan masalah itu dengan OLPC. "Kasus itu (pelanggaran hak paten-red.) saat ini sudah ditangani pengacara," tandas Oyegbola.Β (dwn/ash)