Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sistem Digital MBG dari Grab-Ovo Pesan Menu hingga Pantau Pengiriman

Sistem Digital MBG dari Grab-Ovo Pesan Menu hingga Pantau Pengiriman


Agus Tri Haryanto - detikInet

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memanfaatkan teknologi dari Grab dan Ovo.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memanfaatkan teknologi dari Grab dan Ovo. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Tangerang Selatan -

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya mengandalkan penyediaan makanan. Grab dan OVO memanfaatkan sistem digital untuk mengatur pemesanan menu, pengiriman makanan, hingga pelaporan apabila ditemukan kekurangan dalam distribusi.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo mengungkapkan, sistem digital tersebut digunakan sejak sekolah memesan menu hingga proses makanan sampai kepada siswa.

"Dari hasil kunjungan saya hari ini, tadi kita lihat prosesnya semuanya full digital. Dari mulai proses pemesanan, sekolah menggunakan aplikasi yang disiapkan oleh Grab untuk memesan menu seminggu ke depan," ujar Wamenkomdigi saat mengunjungi Sekolah Khusus Negeri 01 Tangerang Selatan, Kamis (15/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Setelah pemesanan dilakukan, proses pengiriman makanan melibatkan mitra pengemudi Grab. Sistem tersebut juga menyediakan mekanisme pelaporan apabila terdapat kekurangan menu yang disediakan.

"Kemudian proses delivery-nya juga melibatkan mitra dari Grab sendiri, sampai nanti proses pelaporan. Apabila ada kekurangan dalam menu, ada proses pelaporannya," kata Angga.

Pemanfaatan teknologi ini turut menarik perhatian Wamenkomdigi untuk melihat lebih jauh sistem yang digunakan Grab dan OVO. Ia menyebut teknologi tersebut berpotensi menjadi bahan pembelajaran bagi pemerintah, khususnya untuk mendukung pelaksanaan program MBG.

Ia menambahkan, teknologi tersebut dapat dipelajari untuk mendukung aspek pemantauan dan penyediaan makanan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

"Tentunya dari sisi monitoring, dari sisi penyediaan makanan, teknologi yang bisa nantinya kita adopsi. Ini kan untuk kebaikan semua," kata Angga.

Selain sistem digital, pelaksanaan MBG juga harus memperhatikan standar gizi dan keamanan pangan. Wamenkomdigi menjelaskan bahwa Grab dan OVO mengikuti ketentuan yang ditetapkan BGN, mulai dari standar gizi, higienitas, hingga kualitas makanan.

"Pihak Grab dan OVO mengikuti standar yang ditentukan oleh BGN. Tentunya sama dari mulai standar gizi, higienitas, sampai makanan itu bisa sampai ke anak-anak," ucapnya menegaskan.

Pada kesempatan yang sama CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan program MBG yang dijalankan bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa merupakan bagian dari komitmen perusahaan melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memanfaatkan teknologi dari Grab dan Ovo.Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo saat meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memanfaatkan teknologi dari Grab dan Ovo di Sekolah Khusus Tangerang Selatan. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

"Ini adalah bagian dari komitmen Grab OVO bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa untuk ikut serta dalam program MBG, yang kami lakukan berdasarkan CSR kami. Jadi kami menggunakan dana CSR untuk memberikan MBG kepada adik-adik yang berkebutuhan khusus," kata Neneng.

Ia menyebut program tersebut di sekolah yang dikunjungi telah berjalan sejak April 2025 dan akan terus dilanjutkan.



(agt/agt)




Hide Ads