Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Operasi Siber Lebaran, Komdigi Pantau Hoax Mudik dan Penipuan Online

Operasi Siber Lebaran, Komdigi Pantau Hoax Mudik dan Penipuan Online


Agus Tri Haryanto - detikInet

Ilustrasi detikX Mudik Lebaran 2024
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menjelang lebaran, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komidigi) meningkatkan patroli siber untuk menekan hoax mudik yang beredar di internet.

Dalam Rapat Koordinasi Persiapan Hari Idulfitri 1447 Hijriah yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan bahwa Kementerian Komdigi telah meningkatkan patroli siber serta pemantauan konten menjelang Lebaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemkomdigi telah mengintensifkan patroli siber dan pemantuan konten di berbagai platform digital untuk mendeteksi dan menindaklanjuti penyebaran hoax, ujaran kebencian, penipuan daring, serta konten negatif lainnya yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan selama periode Idulfitri 1447 Hijriah," ujarnya dikutip Kamis (12/3/2026).

Fokus utama pengawasan tersebut adalah untuk mendeteksi isu-isu sensitif yang sering muncul menjelang dan selama Idulfitri, seperti informasi palsu terkait libur, mudik, bantuan sosial, serta isu SARA yang dapat memecah belah bangsa.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Komdigi juga menerapkan strategi penanganan hoax tiga lapis untuk menangani isu-isu hoax yang beredar.

"Kita menerapkan strategi tiga dimensi, yaitu literasi digital untuk meningkatkan kemampuan masyarakat membedakan informasi yang benar dan salah, lalu juga deteksi dan blokir konten hoax secara cepat, serta penegakan hukum bekerja sama dengan aparat terkait untuk menindak pelaku penyebar hoax," jelas Wamenkomdigi.

Komdigi juga menggandeng komunitas untuk membantu melakukan kampanye edukasi dan literasi digital kepada masyarakat mengenai bahaya hoax dan pentingnya verifikasi informasi.

"Kami juga sangat proaktif melakukan kampanye edukasi dan literasi digital kepada masyarakat mengenai bahaya hoax dan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Ini dilakukan melalui berbagai kanal komunikasi yang dimiliki oleh Komdigi, termasuk media sosial dan kerja sama dengan komunitas-komunitas," pungkasnya.




(agt/agt)




Hide Ads