'Orang Udik' Tak Gentar Lawan Raksasa Internet
- detikInet
Jakarta -
Meski 'orang udik' bukan berarti tak berani melawan di arena hukum. Gara-gara video klip di YouTube, kelompok 'orang udik' alias The Village People pun siap bertarung lawan raksasa internet. The Village People akan mengajukan tuntutan pada Google, selaku pemilik situs berbagi video YouTube, atas dasar pelanggaran hak cipta. Video klip lagu 'YMCA' gubahan kelompok itu dipajang di YouTube tanpa izin. Bukan hanya itu, video klip tersebut telah disunting oleh pengguna YouTube sehingga menampilkan gambar diktator Adolf Hitler yang sedang menari. Menurut CNET, yang dikutip detikINET, Rabu (19/9/2007), YouTube telah menerima sekitar 500 permintaan agar video klip itu tak lagi ditayangkan. Tapi, ketika karyawan memindahkan video-video klip itu para pengguna dengan sigap meng-upload kembali.Video klip tersebut selain dinilai melanggar hak cipta juga dianggap menyinggung perasaan. Pasalnya lagu YMCA digubah oleh seorang beragama Yahudi, sedangkan Hitler dikenal sebagai dalang pembantaian Yahudi di Perang Dunia II. "Benar-benar tindakan yang tak pantas. Ini tidak lucu, tapi merupakan tindakan bodoh dan menyakitkan," ujar pernyataan resmi dari Web Sheriff. Web Sheriff adalah sebuah perusahaan yang memperjuangkan hak cipta di website. Perusahaan yang sama telah dihubungi oleh artis kawakan Prince yang juga siap menuntut Youtube. Di sisi lain, YouTube tidak bisa bertanggungjawab atas konten yang dibuat penggunanya. Menurut undang-undang Digital Milennium Copyright Act, sebuah teknologi seperti layanan video YouTube tidak dapat dituduh atas pelanggaran hak cipta karena isinya di-upload oleh para pengguna."Kebanyakan pemilik konten paham bahwa kami menghargai hak cipta. Kami bekerja setiap hari untuk membantu mereka mengatur isi klip mereka," ujar Zahayah Levine, Kepala Penasihat YouTube, seperti dilansir detikINETdari Softpedia,Selasa(18/9/2007).Kasus ini mirip dengan kasus Daniella Cicareli, mantan istri Ronaldo yang juga menuntut Youtube atas tuduhan pelanggaran hak cipta. Daniella menuduh Google telah mempublikasikan videonya tanpa izin. Namun, raksasa internet asal Mountain View, California, itu membela diri dengan dalih mereka telah memindahkan video beberapa kali tapi pengguna meng-upload-nya lagi. Dalam kasus Daniella, Google yang memenangkan perkara dan sang model cantik harus membayar semua biaya perkara.
(wsh/wsh)