Sony Tuntut Pembuat Tools Anti Pembajakan CD
- detikInet
Los Angeles -
Dianggap lalai dan curang, Sony BMG Music Entertainment menuntut pengembang software anti pembajakan CD. Software buatan Amergence Group Inc. diklaim 'rusak', tidak bekerja sebagaimana yang dijanjikan.Amergence Group Inc. adalah perusahaan yang mengembangkan teknologi perlindungan hak cipta untuk compact disc (CD) bernama MediaMax.Dilansir AP dan dikutip detikINET dari Latimes, Jumat (13/7/2007), tuntutan dilayangkan Sony ke pengadilan New York pada 3 Juli lalu.Amergence dinilai telah melakukan kelalaian, praktek bisnis curang dan melanggar aturan perjanjian lisensi dengan menawarkan software yang tidak 'bergaransi'. Dalam dokumen pengadilan tertulis bahwa Sony BMG menuntut ganti rugi sebesar USD 12 juta dari Amergence atas kerugian yang dideritanya.Pihak Amergence sendiri disinyalir akan membalas tuntutan Sony BMG tersebut.Seperti diketahui, Sony menambahkan teknologi perlindungan hak cipta dalam CD-nya dengan tujuan agar konsumen tidak mengkopi isi CD Sony lebih dari tiga kali. Perusahaan memasukan software MediaMax pada beberapa beberapa keping cakram digitalnya (CD) sejak Agustus 2003. Dan pada tahun 2005, sekitar 4 juta CD Sony sudah dilengkapi dengan teknologi ini.Teknologi tersebut ternyata memiliki efek samping tak terduga. Rootkit tersebut diam-diam malah menginstal diri di sistem operasi Windows dan berpotensi mengundang cracker dan para pembuat virus menyerang sistem. Beragam tuntutan datang dari para konsumennya, membuat Sony mengalami kerugian jutaan dolar.Sengketa akhirnya terselesaikan lewat proses negosiasi pada akhir Desember 2005 lalu. Sony BMG lalu mengizinkan para konsumennya men-download lagu secara gratis di berbagai layanan toko musik online, serta CD gratis. Sony juga berjanji akan mengusahakan teknologi perlindungan karya cipta yang lebih baik.
(dwn/dwn)