Tak Lagi Menkominfo, Sofyan Girang
- detikInet
Jakarta -
Sofyan merasa senang setelah lengser dari posisi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Padahal sebagai Menkominfo ia cukup berprestasi. Kenapa begitu? Rupanya, Sofyan Djalil merasa gembira karena dirinya digantikan oleh orang yang lebih mempunyai kemampuan teknis di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pengganti sofyan, Muhammad Nuh, diyakini dapat lebih meningkatkan kinerja pos yang ia tinggalkan itu. "Saya senang sekali beliau yang jadi menteri. Beliau memang ahli di bidangnya dan anggota Depdiknas (Staff Ahli-red) untuk pengelolaan TIK," kata Sofyan kepada wartawan di Kantor Presiden, Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (8/5/2007). Sofyan mengungkapkan saat dirinya ditunjuk Presiden untuk memimpin Depkominfo pemahamannya secara umum terhadap TIK sangat terbatas. Namun, dengan kerja keras dan dukungan staf yang kompeten hal-hal yang semula tidak terlalu dipahaminya dapat ditangani dengan baik. Sejumlah masalah kontroversial Depkominfo telah pula diselesaikannya. Beberapa yang disebutkannya adalah perbedaan pendapat dengan Komisi Penyiaran Indonesia dan penyusunan draft RUU Kebebasan Memperoleh Informasi Publik (KMIP). Manajemen frekuensi juga telah dibuat lebih transparan dibanding sebelumnya. Demikian juga untuk penggunaan slot satelit, fiber-optic, dan perlindungan konsumen yang kini jauh lebih teratur. Kinerja Depkominfo pun, menurut Sofyan, terhitung sangat baik. Indikasinya adalah penerimaan negara bukan pajak yang disetorkan Depkominfo melonjak dari Rp 1,1 triliun pada 2004 menjadi Rp 4,5 triliun per 2006. "Tapi PR (pekerjaan rumah-red) buat Pak Nuh juga masih banyak. Negara ini kan banyak sekali masalahnya," Sofyan menandaskan.
(wsh/wsh)