Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
BSA Sangkal Terkait Razia Hotel Sultan

BSA Sangkal Terkait Razia Hotel Sultan


- detikInet

Jakarta - Razia software bajakan di Hotel Sultan (dahulu Hotel Hilton) makin misterius. Pihak Business Software Alliance pun menyangkal pihaknya ada di balik razia tersebut.Hal itu disampaikan Donny A. Sheyoputra, perwakilan BSA di Indonesia kepada detikINET, Senin (7/5/2007). "Kami tidak mengetahui dan bukan kami di belakang razia itu," ujarnya. Selama ini BSA memang kerap dimintai bantuan pihak Kepolisian saat melakukan penegakan hukum di bidang Hak atas Kekayaan Intelektual, khususnya untuk pembajakan piranti lunak. Meski demikian, Donny mengatakan BSA tidak akan turun langsung kecuali pengacaranya sebagai pendamping. Menurut Donny, dalam melakukan pendekatan pada pihak yang diduga menggunakan piranti lunak bajakan pihak BSA selalu melalui persetujuan dari anggotanya. "Ada kriteria yang sangat ketat, tidak bisa secara serta-merta melakukan razia," ia menambahkan. Di sisi lain, Donny menjelaskan, pihak Kepolisian juga kerap melakukan razia software bajakan tanpa didampingi BSA. "Dalam kasus tanpa koordinasi dengan BSA biasanya kami akan diminta bantuan setelahnya," tutur Donny. Sedangkan untuk kasus Hotel Sultan Donny mengatakan hingga saat ini belum ada pihak yang menginformasikan atau meminta bantuan ke BSA. "Paling lama satu minggu kami dikabari kalau memang melakukan razia dan butuh bantuan BSA. Sekarang kami belum menerima apapun, baik surat, telepon, atau lewat fax," ia menambahkan. Jadi siapa yang melakukan razia di Hotel Sultan? "Kalau memang ada yang disita, bisa di-cek surat penyitaannya. Di kop-nya kan ada, ke mana itu," Donny menandaskan. (wsh/wsh)







Hide Ads