2 M, Dana Kemenristek Kembangkan Open Source
- detikInet
Jakarta -
Menristek Kusmayanto Kadiman mengungkap, biaya riset yang dianggarkan departemennya untuk pengembangan software berbasis open source mencapai Rp 2 miliar, termasuk untuk mengkampanyekan gerakan Indonesia, Go Open Source (IGOS).Bagaimana dengan departemen lainnya? "Harusnya anggaran Depkominfo bisa lebih besar dari kami. Kita harap mereka bisa 10 kali lipatnya dari kami," ujarnya di sela-sela sosialisasi IGOS dalam pameran komputer BLiX 2007 di Be Mall, Bandung, Minggu (11/3/2007).Kementerian Ristek sendiri sedang giat-giatnya mengkampanyekan IGOS. Kali ini sosialisasinya diarahkan pada masyarakat awam, seperti di Mal Bandung ini. "Kalau kampanye IGOS di kampus-kampus sudah biasa, mahasiswanya sudah pada pintar-pintar semua," tukasnya.Menurutnya, kampanye IGOS merupakan perimbangan pilihan antara software berlisensi dan yang bebas pakai. "Sebagai pihak pemerintah kita wajib menyediakan pilihan, masyarakat jangan jadi terpaksa menggunakannya. Kita juga ingin melawan mitos bahwa open source itu susah dan hanya sekadar hobi," paparnya.Menurutnya, pihak pemerintah yang telah menggunakan software IGOS selain instansi dan departemennya, yakni Pemda Jembrana, Pemda Malang, Pemda Semarang, dan Mahkamah Konstitusi."Selain itu, Komisi I dan Komisi VII DPR juga sudah minta pelatihan. Komisi I yang paling getol, karena mereka yang menangani bidang teknologi informasi dan telekomunikasi," tandasnya.
(rou/dbu)