Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Soal Mou Microsoft
Tim IGOS: Berilah Kesempatan Anak Bangsa
Soal Mou Microsoft

Tim IGOS: Berilah Kesempatan Anak Bangsa


- detikInet

Jakarta - Terkait Memorandum of Understanding (MoU) antara Microsoft dan Pemerintah Indonesia, tim pengembang IGOS mengharapkan keseimbangan dari pemerintah dalam proses pelaksanaan tender. "Kita dari pengembang mengharapkan terjadinya keseimbangan, siapapun boleh ber-MoU untuk ikut tender, namun harus terbuka, jangan satu pihak saja," ujar Kemal Prihatman, anggota tim pengembang IGOS, ketika dihubungi detikINET, Rabu (20/12/06).Tender yang diikuti dengan hanya dengan satu pihak juga dianggap Kemal melanggar UU 5/99 tentang praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. "Saya melihat dengan satu vendor, lucu lah, banyak menyinggung aturan-aturan, ya karena cuma satu vendor," tandasnya.Kemal juga berharap, tender dibuka secara lebih umum, jangan menjurus ke vendor dan menyebutkan merk tertentu. Pemerintah memang harus bekerja sama dengan dunia usaha untuk mendorong perkembangan ekonomi, tetapi juga harus ada aturan mainnyaSeharusnya, pemerintah bisa mendayagunakan potensi yang ada di dalam negeri sendiri, karena IGOS dikembangkan bukan hanya oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi, tetapi oleh seluruh pengembang opensource Indonesia. "Jadi berilah kesempatan pada anak-anak bangsa kita," tandasnya.Yakin dengan IGOSKalau secara teknik, Kemal meyakini IGOS dan aplikasi proprietary lain mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing, jadi keduanya sama-sama baik. "Jadi biar pengguna yang menentukan mana yang baik dan buruk. Kita di tim IGOS sudah berusaha untuk memberikan aplikasi alternatif yang tentunya dibuat dengan banyak pertimbangan dan diberikan secara gratis dan legal," ujar Kemal. Namun kerja keras ini, juga harus didukung dari berbagai pihak, kita tidak bisa jalan sendiri, seperti konsep yang dicuatkan oleh Menristek, Kusmayanto Kadiman mengenai Konsep ABG (Academic, Business, and Goverment). Jadi dari ketiga sektor diatas harus dapat bekerja sama, lanjut Kemal. (ash/wsh)




Hide Ads