Gara-Gara SMS, Abege 'Diculik'
- detikInet
Jakarta -
Hati-hati berkirim SMS. Kata-kata kasar yang dikirim lewat pesan singkat itu bisa membuat orang nekat. Buntutnya, urusan dengan polisi pun tidak bisa dihindari.Seperti yang dilakukan Ihsanudin (20). Dia gelap mata dengan membawa kabur pacarnya, karena merasa terhina dengan sebuah pesan yang mampir ke ponselnya.SMS itu antara lain berbunyi: 'Ini cerita tentang teman gue, anaknya emang tolol enggak sekolah. Bisanya cuma bercinta doang. Gue tunggu di Pasar Lontar.'"Kesannya kaya saya jablay saja. Sudah begitu ada sms lain yang bilang seolah-olah saya jelek," kata Udin, panggilan Ihsanudin, di Polsek Koja, Jl Bhayangkara, Koja, Jakarta Utara, Senin (27/11/2006).Pemuda yang berprofesi sebagai sopir angkot ini pun menuding pesan itu dikirim oleh Miko, anak majikan pacarnya, Asrifah (15)."Saya bawa kabur 4 hari dari tanggal 20 sampai 23 (November)," cetus pemuda yang tidak tamat SD ini tanpa tampak menyesal.Tak bertahan lama dibawa kabur, pada Jumat (24/11), Udin melepaskan Asrifah pulang. Namun hari Minggu, orangtua Asrifah mendatanginya di terminal. dan tidak lama kemudian Udin ditangkap polisi.Ketika polisi membawanya, Udin pun mengaku tidak ada niat untuk melarikan pacarnya. Berkali-kali dia menegaskan jika hal itu dilakukannya karena isi SMS yang mengata-ngatainya.Meski demikian, polisi tetap melanjutkan proses hukum. "Dia kita jerat dengan pasal 332 KUHP karena membawa kabur anak di bawah umur, ancamannya 7 tahun penjara," ujar seorang penyidik Polsek Koja yang enggan disebutkan namanya.Jika tetap ditahan, Udin berjanji akan mencari Miko. "Kalau bebas saya mau menikahi Asrifah. Tapi kalau diproses, begitu keluar penjara, saya mau cari Miko," katanya geram.
(nks/ndr)