Korsel Tolak Usulan Banding Microsoft
- detikInet
Seoul -
Usulan banding yang diajukan Microsoft untuk membatalkan putusan dan denda, ditolak mentah-mentah oleh Pengadilan Seoul.Pengadilan Seoul menolak banding yang diajukan Microsoft Corporation untuk menunda putusan pengadilan, terkait rencananya membundel software Media Player dengan layanan instant messaging (IM) di sistem operasi Windows."Microsoft mengajukan banding 17 April lalu guna menunda keputusan pengadilan. Namun pengadilan menolak permintaan Microsoft itu 4 Juli lalu, dan mengatakan bahwa permintaan tersebut tidak beralasan," jelas Fair Trade Commission (FTC) Korea Selatan, dalam pernyataan resminya belum lama berselang.Microsoft didakwa telah menyalahgunakan dominasi pasarnya di Korea Selatan (Korsel), dengan 'mengikat' software tertentu ke Windows. Di bawah payung hukum, pengadilan akhirnya memutuskan Microsoft tidak boleh membundel keduanya di Windows. FTC juga mendenda Microsoft senilai US$ 34,5 juta (US$ 1 = Rp 9.118 Sumber: detikcom).Sekedar mengingatkan, Desember tahun lalu FTC meminta Microsoft untuk memisahkan media player dengan layanan IM di Windows. FTC juga meminta agar Microsoft membolehkan konsumennya men-download software rivalnya yang sejenis.Terkait hal itu, Microsoft mengajukan keberatan ke FTC dan mencoba membatalkan semua putusan dan denda. Namun sayang keinginan Microsoft tak digubris. FTC menolak keberatan itu. Secara terpisah, Microsoft juga mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Seoul untuk meninjau kembali kasusnya.Tanggapan Microsoft Menurut Microsoft, rencana bundelnya itu justru akan menguntungkan konsumen dan industri teknologi lokal. Tak disebutkan apa keuntungannya. Demikian dilansir detikINET dari Reuters, Kamis (6/7/2006).Microsoft juga membantah telah memblokir kompetisi pasar lokal di Korsel. Konsumen Korsel, menurut Microsoft, bisa men-download dan memakai software rivalnya.Mengenai ditolaknya banding tersebut, Microsoft mengaku akan berkomitmen dan mematuhi putusan yang telah ditetapkan pengadilan. Microsoft juga berjanji akan menghentikan penawaran Windows versi saat ini di Korea Selatan pada 24 Agustus mendatang.Bagi Microsoft, Korsel adalah salah satu pasar terbesar. "Microsoft akan terus menebar investasi dan mengembangkan produk inovatif untuk konsumen Korea," tutur Oliver Roll, Direktur Utama Pemasaran Microsoft di Asia. (dwn)
(dwn/)