Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
BSA: 9 dari 10 Laporan Pembajakan Tidak Valid

BSA: 9 dari 10 Laporan Pembajakan Tidak Valid


- detikInet

Jakarta - Dari ratusan laporan yang diterima lewat hotline berhadiah, BSA mengakui ada rasio 1 banding 10 antara laporan yang valid dan yang masuk. Namun hal itu tidak mengendurkan niat BSA untuk terus menjalankan program tersebut. "Adanya program tersebut cukup efektif. Memberi kita banyak masukan yang bisa kita tindaklanjuti," ujar Farouk Cader, perwakilan Business Software Alliance (BSA) di Indonesia, saat berbicang-bincang dengan wartawan, di Jakarta, Rabu (5/7/2006).BSA merupakan organisasi nirlaba yang menaungi produsen software dunia. Sejak tahun 2005, BSA membuka hotline untuk menampung laporan masyarakat mengenai penggunaan software bajakan di perusahaan. Ada hadiah maksimal Rp 50 juta bagi yang memberi laporan valid.Farouk mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya melakukan pengecekan silang ke vendor software yang menjadi anggotanya. "Apakah perusahaan yang dilaporkan itu telah tercatat memakai lisensi software-nya atau tidak," ujar Farouk.Biasanya dari hasil pengecekan bisa diketahui laporan yang tidak valid. "Bisa jadi pelapor hanya mengetahui kondisi di suatu perusahaan pada tahun 2002 misalnya, kemudian ketika kita periksa di tahun 2004 perusahaan itu sudah memakai software berlisensi. Jadi sudah tidak membajak lagi. Biasanya kasusnya begitu," papar Farouk.Benhard P. Sibarani, pengacara BSA mengatakan, sampai saat ini BSA baru memberi hadiah kepada satu pelapor. "Dia melaporkan perusahaan yang inisialnya OD," ujar Benhard yang menolak menyebutkan detil lebih lanjut laporan tersebut. Menurutnya, hadiah baru diberikan setelah kasus melewati proses peradilan dan tersangka dijatuhi hukuman.Selain di Indonesia, Farouk menjelaskan bahwa 'sayembara' berhadiah itu juga digelar BSA di sejumlah negara, yaitu Singapura, Thailand, Filipina, Malaysia dan juga Amerika Serikat. (nks/wsh) (wsh/)





Hide Ads