Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Merasa Dirugikan
AS Hadang Negara Pembajak di WTO
Merasa Dirugikan

AS Hadang Negara Pembajak di WTO


- detikInet

Amerika Serikat - Pembajakan memang merugikan banyak pihak, utamanya merugikan perekonomian negara. Merasa paling dirugikan, Amerika Serikat pun beraksi dengan menghadang negara pembajak dalam keanggotaan World Trade Organisation (WTO).Kelompok legislatif Amerika Serikat (AS) menunjuk Cina dan Rusia sebagai pembajak yang menyebabkan kerugian terbesar, baik dalam pembajakan film dan musik buatan Amerika atau pembajakan software.Atas aksi ini, kongres internasional anti pembajakan mensinyalir Cina dan Rusia masing-masing turut bertanggung jawab terhadap kerugian sebesar US$ 4 miliar (US$ 1 = Rp 9.011 Sumber: detik.com) yang dialami AS di tahun 2005, terkait masalah duplikasi materi secara ilegal."Pembajakan telah merugikan lebih dari 150.000 tenaga kerja serta menyebabkan kerugian pajak penghasilan sebesar US$ 1 miliar," ujar senator demokrat Joseph Biden.Dengan masuknya Rusia ke dalam daftar hitam, maka keanggotaannya dalam World Trade Organisation (WTO) akan ditahan. Setidaknya hingga pemerintah Rusia memberikan aksi yang lebih untuk mengakhiri 'pencurian' ini.Diketahui, Rusia juga merupakan tuan rumah dari situs 'allofmp3.com' yang diklaim kelompok legislatif AS sebagai salah satu pembajakan musik online terbesar di dunia.Kelompok ini juga menyebutkan Meksiko, Kanada, India dan Malaysia sebagai negara yang sedang dipantau pihaknya dalam aksi pembajakan. Dikabarkan, Meksiko merupakan negara yang turut bertanggung jawab atas kerugian sebesar US$ 1,2 miliar terhadap AS tahun 2005 lalu, terkait pelanggaran hak cipta."Pembajakan yang terjadi di negara tersebut merupakan dampak dari kurangnya kekuatan politik dan regulasi dalam menghadapi masalah pembajakan," demikian kelompok legislatif AS menjelaskan dalam pernyataan tertulis, seperti diberitakan Reuters dan dikutip detikINET, Jumat (07/04/2006). (amz/dwn) (dwn/)





Hide Ads