Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'Bea Masuk Telematika 0%, Harga Tak Langsung Turun'

'Bea Masuk Telematika 0%, Harga Tak Langsung Turun'


- detikInet

Jakarta - Meski bea masuk sejumlah produk telematika dihapuskan, penurunan harga produk tidak langsung terjadi. Hal itu juga dinilai tidak terlalu mengurangi penyelundupan.Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Henky Tjokroadhiguno, mengatakan hal tersebut saat dihubungi detikinet, Kamis (9/3/2006). Henky yang mengaku kurang mengetahui kondisi di lapangan, mengatakan bahwa penghapusan bea masuk memang seharusnya berdampak pada penurunan harga."Saya kurang tahu kondisi di lapangan seperti apa, tapi seharusnya harga produk memang jadi lebih murah," kata Henky.Namun, menurut Henky, distributor biasanya mendatangkan produk dalam jumlah yang lebih banyak dari daya serap pasar. Misalnya angka penjualannya mencapai lima ribu unit per bulan, produk yang disediakan bisa saja 10 ribu unit. Oleh karena itu, penurunan harga kemungkinan terjadi setelah stok barang lama habis terjual."Untuk produk yang didatangkan sebelum penghapusan bea masuk, harganya tetap. Tapi setelah itu harganya harusnya turun," ujar Henky. "Namun besarnya penurunan itu tergantung distributor," imbuhnya.Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui Departemen Keuangan, telah membebaskan bea masuk bagi sejumlah perangkat telematika, melalui Permenkeu No. 140/2005 mengenai Penetapan Tarif Bea Masuk Produk-Produk Telematika Tertentu Dalam Rangka Information Technology Agreement. Melalui peraturan tersebut, sejumlah produk telematika seperti printer, hardisk, disket, videophone, telepon, modem (modem kabel dan kartu modem), Digital Subscriber Line (DSL), hingga Virtual Private Network (VPN), dinyatakan bebas bea masuk. Untuk printer, produk tersebut semula dikenakan bea masuk sebesar 20%.Hal yang sama juga disampaikan Cristian Sudibyo, Sales Director PT Samsung Electronics Indonesia. Menurutnya, dampak yang paling nyata dari penghapusan bea masuk ini adalah mendorong pertumbuhan produk, membuat pasar lebih bergairah dan meningkatkan segmen pasar. Menurut Cristian, harga produk baru akan menyesuaikan setelah ekuilibrium tercapai. Agus Pranata, Operations Manager Personal Communications Sector PT Motorola Indonesia mengatakan, ketika bea masuk untuk ponsel dihapuskan beberapa tahun lalu, harga memang tidak langsung turun. "Tapi menunggu sampai stok lama habis. Turunnya sebesar bea masuk tersebut," ujarnya.Lebih lanjut, Henky mengatakan bahwa penghapusan bea masuk tidak secara signifikan menekan penyelundupan. "Dampaknya terhadap penyeludupan, tidak terlalu, kecuali PPn (Pajak Pendapatan-red) diturunkan," ujarnya. "Karena selain bea masuk, produk impor juga dikenai PPn dan pajak barang mewah jika memang kena," tandasnya. (nks) (nks/)





Hide Ads