Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Skema Duopoli Jadi Multipoli?
Kompensasi Terminasi Dini Telkom Rampung di 2006
Skema Duopoli Jadi Multipoli?

Kompensasi Terminasi Dini Telkom Rampung di 2006


- detikInet

Jakarta - Dana kompensasi terminasi dini untuk Telkom akan rampung pembayarannya di 2006 ini. Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengatakan dana untuk terminasi tersebut sudah disediakan."Untuk terminasi dini dananya sudah kita sediakan. Kita sudah siapkan agar tahun ini lunas," kata Basuki di di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (6/2/2006).Terminasi dini merupakan kompensasi atas dicabutnya hak eksklusivitas antara PT Telkom dan PT Indosat. Dahulu, Telkom mempunyai hak eksklusivitas mengelola pasar telekomunikasi untuk cakupan area domestik (lokal dan SLJJ). Sedangkan Indosat mendapat hak eksklusivitas pada cakupan area internasional (SLI). Sekarang kedua operator itu sudah bisa memasuki area bisnis satu sama lain.Indosat sendiri sudah mendapatkan kompensasinya pada saat penjualan saham ke STT Telecom, Singapura.Untuk melunasi kompensasi pemerintah atas terminasi dini hak ekslusivitas PT Telkom itu, pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp 298 miliar dari anggaran Ditjen Postel dan Rp 90 miliar dari anggaran Depkeu dan APBN.Telkom sendiri sudah menerima pembayaran kompensasi tahap pertama sebesar Rp 90 miliar pada 30 Desember 2005 lalu. Secara total, pemerintah harus membayar sebesar Rp 478 miliar.Skema Duopoli Jadi Multipoli?Sementara pemerintah juga mensinyalir bahwa skema duopoli akan segera dihapuskan. Tapi nampaknya arah skema itu akan menuju ke multipoli alias ke skema kompetisi demi meningkatkan teledensitas telekomunikasi.Hal itu sudah mulai terbaca ketika pemerintah menetapkan USO (Universal Service Obligation) atau pembangunan telekomunikasi ke daerah tertinggal, mesti menggandeng operator. Saat ini instansi yang punya potensi ke arah itu ialah PT PLN dan PT Kereta Api."Jadi kalau hanya tergantung pada Indosat dan Telkom, progresnya cuma tiga persen. Artinya sama saja dengan pertumbuhan penduduk, berarti nol," kata Basuki. "Nggak akan nambah itu tiga persen. Sedangkan target teledensitas kita 13 persen," tambahnya. (rou) (rou/)







Hide Ads
LIVE