Tiga 'Raksasa' Teknologi Tolak Hadiri Kongres di Cina
- detikInet
Jakarta -
Tiga dari empat raksasa industri teknologi asal Amerika, menolak menghadiri kongres tentang kebijakan perusahaan terkait masalah sensor informasi di Cina.Beberapa kritik telah dilayangkan kepada perusahaan Amerika tersebut. Pasalnya mereka telah membantu Cina untuk menerapkan peraturan yang membatasi informasi yang masuk ke negara komunis tersebut.Menurut Lynne Weill, juru bicara kongres tersebut, tiga dari empat perusahaan yang diundang Congressional Human Rights Caucus, menolak menghadiri pertemuan tersebut. Ketiga perusahaan tersebut adalah Microsoft, Cisco Systems dan Google. Sedangkan Yahoo masih belum memberi keputusan. Namun, tak jelas kenapa mereka enggan menghadiri kongres tersebut."Sikap mereka bukanlah ramah atau netral, seharusnya mereka tidak memiliki kewenangan untuk mendukung diktator," ujar pembuat undang-undang dikutip detikINET dari nmsource Rabu (1/2/2006).Meskipun Beijing mendukung pendidikan dan bisnis melalui penggunaan internet, tetapi mereka tetap menerapkan kebijakan sensor tersebut. Sensor tersebut ditujukan bagi situs-situs asing yang memiliki konten porno dan subversive sehingga diperlukan penyedia layanan untuk mensensor hal tersebut.Beberapa perusahaan asal Amerika tersebut memang telah mengadopsi peraturan Cina. Menurut mereka, peraturan lokal harus dipatuhi. Microsoft misalnya. Raksasa software itu mencoba memenuhi permintaan pemerintah Cina dengan menutup jurnal internet bagi blogger Cina yang mendiskusikan masalah politik yang sensitif.Google rencananya juga akan mensensor masalah sensitif dari pencarian situs Cina. Sedangkan Yahoo, tahun lalu membantu negara tersebut memberikan informasi tentang jurnalis Cina, Shi Tao, yang kemudian diduga membocorkan rahasia negara.Cisco tidak ingin menghadiri kongres tersebut karena menurut mereka perusahaannya belum pernah mendisain atau memasarkan produk bagi pemerintah yang ingin mensensor konten internet. (oyd/dwn)
(dwn/)