Kamis, 16 Jan 2020 15:28 WIB

Pemerintah Diimbau Tiru Pajaki Pengguna Netflix

Agus Tri Haryanto - detikInet
Netflix. Foto: Photo by Joanes Andueza on Unsplash Netflix. Foto: Photo by Joanes Andueza on Unsplash
Jakarta - Komisi I DPR RI menyarankan agar Pemerintah Indonesia meniru cara Singapura dalam memajaki layanan Over The Top (OTT) seperti Netflix. Negara tetangga Indonesia itu akan membebani pajak kepada pengguna Netlix.

Menurut Bobby Rizaldi, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar, pemerintah harus memanfaatkan terkait polemik keberadaan layanan video on demand asal Los Gatos, California, AS, tersebut di Tanah Air.

"Saya ingin pemerintah secepatnya menemukan formula untuk memajaki Netflix. Iya (contek Singapura), kalau nggak bayar, take down," kata Bobby di Cikini, Jakarta, Kamis (16/1/2020).


Bobby memaparkan persoalan memajaki layanan over the top (OTT), mulai dari Google, Facebook, sampai Netflix tak hanya terjadi di Indonesia, melainkan sudah jadi pembahasan seluruh negara di dunia.

Seruan untuk membentuk Badan Usaha Tetap (BUT) kepada Nerflix dan lainnya, kata Bobby, tidak akan manjur saat ini. Sebab, para perusahaan tersebut sering 'bakar duit' dalam menjalankan bisnisnya, yang berdampak tidak menguntungkan perusahaan.

"(Tapi) mereka mencari trafik pengguna, perilaku konsumen yang jadi big data untuk dianalisa, nantinya untuk perusahaan besar agar mengiklan dengan target sasaran yang tepat," kata Bobby.

Pria berkacamata ini kemudian melanjutkan bahwa laju perkembangan layanan digital tidak bisa dibendung. Maka dari itu, pemerintah didesak untuk bertindak agar tidak kehilangan potensi pajak dari layanan digital.

"Kita tidak bisa menahan laju digital, seperti Netflix. Tapi, bagaimana pemerintah harus bisa memonetisasinya," pungkas dia.





Simak Video "Ironi Netflix di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)