Selasa, 05 Nov 2019 11:35 WIB

Perintah Jokowi untuk Menristek, Riset Harus Berujung Inovasi

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Menristek Bambang Brodjonegoro (Grandyos Zafna/detikcom) Menristek Bambang Brodjonegoro (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Menristek Bambang Brodjonegoro diberi perintah oleh Presiden Jokowi. Pengembangan riset harus berujung inovasi dan menghasilkan sesuatu untuk masyarakat.

Bambang mengatakan Presiden Jokowi menyoroti dunia riset di Indonesia yang yang tidak berujung inovasi. Riset berhenti untuk riset, padahal tujuannya untuk kepentingan masyarakat.

"Harusnya, bisa menghasilkan sesuatu untuk masyarakat. Nggak cukup di riset, tapi harus berujung dengan inovasi," kata Menristek Bambang Brodjonegoro kepada detikInet di Gedung Trans Media, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Bambang yang juga menjadi Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) ditugaskan Jokowi untuk membuat sistem dimana riset itu saling terintegrasi. Ada begitu banyak badan riset, semuanya jalan masing-masing.
"Tidak terintegrasi dari hulu ke hilir. LIPI sibuk di penelitian di hulu, BPPT di hilir. Kita butuh penelitian itu bisa terus dihilirkan. BRIN itu mengupayakan integrasi tadi," kata dia.

Problema anggaran riset menurut Bambang, bukan karena uangnya sedikit. Ada anggaran Rp 26 triliun tapi terlalu menyebar ke banyak tempat mulai dari LIPI, BPPT, lembaga riset milik universitas, kementerian dan lembaga.

"Dengan BRIN itu harapannya nggak seperti itu lagi, semua terintegrasi dengan baik. Apa prioritas nasional, itu diterjemahkan ke tiap unit yang terlibat. UU sudah mengamanatkan BRIN itu, tinggal bikin konsolidasi dan koordinasinya," kata dia.

Simak Video "Pertemukan Investor dan Pelaku Startup, Menristek Formulasikan RnD yang Tepat"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)