Rabu, 30 Okt 2019 12:24 WIB

Australia Usulkan Aturan Scan Wajah Untuk Cegah Akses Situs Porno

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Ilustrasi pengguna situs porno (Foto: Australia Plus ABC) Ilustrasi pengguna situs porno (Foto: Australia Plus ABC)
Jakarta - Pemerintah Australia pusing juga dengan banyaknya pengakses situs porno. Mereka akan siapkan aturan scan wajah, untuk mencegah pengguna di bawah umur.

Situs dewasa biasanya meminta verifikasi umur, namun ini mudah diakali. Oleh karena itu, Departemen Dalam Negeri Australia mengajukan usul ke parlemen untuk aturan pencocokan wajah.


Dilansir dari news.com Australia, Rabu (30/10/2019) rupanya rencana ini malah dapat penentangan. Kritikan menyebutkan pindai wajah ini berpotensi jadi alat pemerintah mengawasi masyarakat.

Ada lagi kelompok lobi industri esek-esek Eros Association yang melempar tanggung jawab ini kepada provider internet untuk membuat filter situs porno lebih baik lagi. Orangtua juga diminta berperan aktif untuk mencegah anak di bawah umur mengakses situs porno.


Pihak University of New South Wales berpendapat scan wajah ini tantangannya adalah menghadapi aneka cara di internet yang bisa mengakali aturan pindai wajah ini. Memakai pihak ketiga untuk verifikasi umur juga mesti dipastikan betul, karena ternyata perusahaan pemilik situs porno populer PornHub juga menjadi penyedia layanan verifikasi umur, jadinya ada konflik kepentingan.

Pembelaan rencana pindah wajah yang diajukan pemerintah Australia, datang dari South Eastern Centre Against Sexual Assault and Family Violence. Pencegahan akses ke situs porno bisa membuat masyarakat belajar mengenai seksualitas dengan cara yang lebih benar.

"Ada kasus kekerasan seksual anak-anak akibat mereka menonton pornografi," kata mereka.

Simak Video "Kimi Hime Tidak Komunikatif Tanggapi Panggilan Kominfo"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)