Pengalihan Domain .id Membuat Bingung
- detikInet
Jakarta -
Pengalihan pengelolaan domain .id ke Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo) ternyata menimbulkan ketidakmulusan. Pengguna nama domain khas Indonesia itu pun terdampar dalam kebingungan. Anthony de Mello dalam buku 'One Minute Nonsense' menulis, "dalam perang ideologi, rakyat lah yang menjadi korban." Agaknya tulisan itu menjadi kenyataan dalam 'perang ideologi' antara Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dengan ccTLD-ID. Kedua organisasi itu memiliki idealisme, yang kebetulan berbeda penerapan, soal pengelolaan domain .id. Akibat perbedaan itu, kini pengelolaan domain .id diserahkan sementara ke Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo). Nantinya, pengelolaan akan dijalankan oleh lembaga baru bernama Indonesia Network Information Center (IDNIC). Rupanya penyerahan ke Depkominfo, yang resmi berlaku Kamis (1/9/2005), menimbulkan ketidakmulusan yang mengorbankan 'rakyat'. Dalam hal ini rakyat yang dimaksud adalah segenap pengguna domain .id. Seperti diceritakan oleh pembaca detikinet yang menolak disebut namanya, situs cctld.or.id mulai hari ini tidak lagi melayani urusan domain .id. "Di halaman depan web tersebut hanya terlihat surat edaran yang di-copy paste. Surat edaran yang isinya bahwa urusan tersebut sudah di-takeover oleh Depkominfo," tutur pembaca itu kepada detikinet, Kamis (1/9/2005).Menuruti logika, pembaca tersebut mengunjungi situs resmi Depkominfo (kominfo.go.id). Harapannya akan ada informasi seputar domain .id. "Ternyata di sana juga tidak ada info apa-apa mengenai pengelolaan domain .id," ujarnya kecewa. Tak kenal lelah, pembaca itu mencoba menghubungi administrator yang biasa dihubunginya seputar domain .id. Jawabannya pun tidak memuaskan. Berikut salinan jawaban itu:Dengan hormat,Mohon maaf,Kami tidak dapat memberikan informasi mengenai pertanyaan Anda karena memang belum ada petunjuk atau informasi mengenai harus memberikan kontak kemana jika ada request dan lain sebagainya.-InfoSedangkan e-mail yang dikirimkan pembaca itu ke info@kominfo.go.id tidak juga beroleh jawaban. "Aduh, sentralnya informasi di Indonesia respons e-mailnya nggak jelas juga," keluhnya. "Ujung ujungnya saya hanya meratapi nasib, bagaimana cara mengurus domain .id? Konsumen selalu yang jadi korban. Gajah bentrok, konsumen terjepit," ia menambahkan.
(wsh/)