Kamis, 27 Sep 2018 10:18 WIB

Ini 3 Tuntutan Aliando Pada Grab

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Pool Foto: Pool
Jakarta - Aliansi Nasional Driver Online (Aliando) menjelaskan kronologi dan isi dari aksi demo 'Tagih Janji Aplikasi Jilid 2' yang mereka lakukan pada 25 September 2018.

Melalui keterangan resmi yang dirilis Aliando, saat itu tim negosiasi dibantu Kepolisian RI sehingga bisa berjalan audiensi lagi dengan manajemen Grab Indonesia.

Tim negosiasi Aliando diterima manajemen Grab Indonesia yang diwakili Nano, disaksikan Dirintelkam Kasubbid Ekonomi Polda Metro Jaya Elfian. Dalam proses audiensi ini, Aliando menyampaikan tiga tuntutan.



"Tuntutan itu yakni open suspend tanpa syarat dibarengi dengan edukasi secara periodik, hapus order prioritas dan rasionalisasi tarif, serta dari perwakilan daerah tentang hapus kewajiban berbadan hukum," tulis ALIANDO dalam keterangan mereka yang diterima detikINET, Kamis (27/9/2018).

Menurut Aliando, Grab Indonesia menanggapi tuntutan tersebut, kecuali di luar tiga poin tersebut yaitu perihal kerja sama Grab dengan Mandiri InHealth terkait personal accident.

"1 jam 30 menit beraudiensi, terjadi kesepakatan bahwa open suspend bisa dilaksanakan, hanya saja mekanisme akan dibicarakan bersama tim Aliando secepatnya, kami pun membubarkan diri," jelas Aliando.

Namun kemudian, sekitar pukul 21.00 WIB masih di hari yang sama, beredar notifikasi ke seluruh akun Grab Driver bahwa terkait aksi pada 25 September 2019, tuntutan open suspend tidak akan dipenuhi. Pihak Aliando pun kecewa mengetahui hal ini.



Aliando mengancam bahwa jika dalam 1x24 jam sejak pernyataan dibuat, tak kunjung ada tanggapan dari Grab Indonesia, Aliando meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menutup Aplikasi Grab. (rns/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed