Senin, 21 Mei 2018 17:03 WIB

Heboh Xiaomi Dituding Plagiat dan Langgar Paten

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ponsel Coolpad. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman Ponsel Coolpad. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Xiaomi digugat oleh vendor ponsel yang sama-sama berasal dari China, Coolpad. Coolpad menuding Xiaomi melanggar paten terkait manajemen ikon, notifikasi, sistem user interface dan desain dual SIM Card yang dipakai tanpa persetujuan Coolpad.

Coolpad pun meminta pengadilan memerintahkan Xiaomi menghentikan penjualan dan produksi tiga model smartphone yang dianggap melanggar. Yakni Mi Mix 2, Redmi Note 5 dan Redmi 5 Plus. Coolpad meminta pula ganti rugi dalam bentuk uang karena mengklaim sudah bekerja keras menciptakan paten yang dilanggar.

"Jika prestasi kumulatif ribuan engineer R&D yang bekerja dari siang sampai malam selama 25 tahun, diplagiat semena-mena dan tidak dikejar, hal ini akan merusak inovasi di seluruh negeri dan generasi masa depan," tandas CEO Coolpad Group, Jiang Chao.

"Sangat penting untuk menjaga penemuan Anda dan memastikan tidak ada yang menggunakannya untuk kepentingan komersial tanpa izin. Kami punya 13 ribu lebih aplikasi paten secara global dan 2000 di antaranya telah resmi, kami melakukan apapun agar itu tidak dilanggar," sebut CEO Coolpad India, Syed Tajuddin.



Syed mengklaim pihaknya sudah berusaha kooperatif dengan Xiaomi, tapi tidak diindahkan. Sehingga upaya hukum terpaksa dilakukan.

"Kami harus menggugat secara hukum untuk menghentikan merek rival menggunakan teknologi kami yang sudah dipatenkan. Kami masih kooperatif untuk mencari solusi terbaik dari kasus ini dengan Xiaomi," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Coolpad mengklaim sudah mengirim surat pada Xiaomi sejak tahun 2014 soal kasus ini tapi diabaikan. Sedangkan ketika dikonfirmasi, Xiaomi membantah telah menerima surat bersangkutan.

Gugatan ini datang di saat kurang baik bagi Xiaomi karena mereka tengah berancang-ancang berjualan di bursa saham Hong Kong alias IPO (Initial public Offering). Xiaomi berharap meraup USD 10 miliar dan menjadikan valuasi perusahaan ini di kisaran USD 100 miliar. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed