Rabu, 07 Mar 2018 19:32 WIB

Punya Mesin Sensor Internet, Kok Tumblr Bisa Diblokir?

- detikInet
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Pemblokiran platform masih terjadi. Contohnya yang menimpa Tumblr. Padahal, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah memiliki mesin sensor internet yang nilainya mencapai Rp 200 miliar. Bagaimana bisa terjadi?

Seperti diketahui, Kominfo mengadakan mesin sensor internet melalui proses tender pada Agustus 2017 dan diumumkan PT Inti sebagai pemenangnya pada 6 Oktober 2017.

Kominfo mengatakan mesin sensor internet ini untuk pengembangan Trust+ yang ada di bawah unit Direktorat Keamanan Kementerian Kominfo. Nanti mesin sensor tersebut dimanfaatkan untuk penapisan konten negatif di internet.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan memberikan penjelasan mengenai hal itu. Dikatakannya, mesin yang dinamai AIS itu tidak bisa memblokir.

"AIS itu untuk mencari, namanya kan mengais. Kalau blokir kita namanya Trust+ itu isinya database, nanti database dikasih ke ISP (Penyelenggara Jasa Internet), jadi yang blokir mereka," ucap Samuel ditemui detikINET di sela-sela konferensi pers pemblokiran Tumblr di Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Samuel menjelaskan, fungsi dari mesin AIS ini mencari, seperti melakukan browsing tapi dilakukan oleh mesin. Tapi AIS tidak bisa dimanfaatkan untuk keperluan memblokir.

"Pemblokirannya tidak bisa. Kita tidak punya mesin pemblokirannya karena itu dilakukan oleh ISP dari database kita," ucapnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua Umum APJII ini menyebutkan, mesin sensor internet tidak bisa masuk ke wilayah platform media sosial. Tetapi, kalau berjenis situs yang punya subdomain, Kominfo dapat melakukan pemblokiran jika website yang dimaksud melanggar undang-undang.

"Nggak bisa masuk (mesin AIS), gimana kita masuk ke Tumblr. Saya juga nggak bisa menutup Facebook, nggak bisa karena nggak punya hak. Kominfo nggak bisa takedown yang ada akun, itu hanya bisa dilakukan pemilik platform," sebutnya. (/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed