Penyitaan DVD Bajakan Makin Garang Dilakukan
- detikInet
Jakarta -
Penyitaan DVD bajakan di Inggris pada kuartal pertama tahun ini, meningkat 41 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Disinyalir ada kejahatan terorganisir di balik penyakit masyarakat ini.Di Inggris, Federation Against Copyright Theft (FACT--sebuah badan yang mengurusi isu pelanggaran hak cipta--telah menyita sebanyak 680 ribu DVD bajakan, pada periode Januari hingga Maret 2005. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 41 persen dari jumlah yang disita pada periode yang sama tahun lalu.Kalangan industri memprediksi, nilai perdagangan DVD di pasar gelap Inggris akan meningkat. Dari sebesar 600 juta poundsterling (Rp 10 trilyun) tahun 2004 menjadi 1 milyar poundsterling (Rp 17 trilyun) dalam kurun waktu 3 tahun. Bahkan disinyalir nilainya bisa lebih dari itu. Menurut laporan, ada keterkaitan antara aksi pembajakan dengan jaringan kejahatan yang terorganisir. Aktivitas kejahatan terorganisir ini--termasuk di dalamnya yang telah berhasil tertangkap--adalah perdagangan kokain berbarengan dengan ditemukannya ribuan DVD bajakan. "Banyak orang menganggap kejahatan pembajakan DVD adalah kejahatan kecil. Namun, dibalik semua itu ternyata oknum-oknumnya terlibat dengan kejahatan yang lebih serius," tutur Lavinia Carey, Direktur Umum British Video Association seperti dikutip detikinet Jumat (17/6/2005) dari BBC News. Ia pun menambahkan, "siapapun yang membeli DVD bajakan berarti dia mendukung terjadinya kejahatan di lingkungan mereka sendiri." Sementara Indonesia, masalah DVD bajakan lebih parah lagi. Untuk pembajakan piranti lunak saja, hingga kini Indonesia menempati peringkat lima di dunia tahun 2004. Usaha pemerintah menekan angka pembajakan dilakukan dengan mengeluarkan Undang-undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta yang mulai diberlakukan tanggal 29 Juli 2003. Pemberlakuan UU tersebut membuat hampir seluruh pedagang keping optik bajakan menghilang dari pinggir jalan. Tapi beberapa minggu kemudian, mereka mulai lagi menggelar dagangannya. Aktivitas razia DVD bajakan pun sering kali berlangsung seperti permainan kucing-kucingan dengan aparat. Begitu rencana razia tercetus, entah bagaimana kisahnya, kabar tersebut bisa merembet dengan cepat ke kuping para pedagang. Kios-kios DVD bajakan segera tutup, dan buka lagi begitu keadaan tenang. Kalau begini terus, razia pedagang materi bajakan tidak akan berhasil. Bisa-bisa jumlah DVD bajakan yang diproduksi jauh lebih besar dibanding yang disita.
(nks/)