Microsoft Belum Puaskan Uni Eropa
- detikInet
Jakarta -
Upaya Microsoft untuk memenuhi sanksi dari Komisi Uni Eropa dianggap belum memuaskan. Masih ada diskriminasi terhadap Open Source.Pendapat itu disampaikan oleh jurubicara Uni Eropa mengenai kompetisi, Jonathan Todd. Menurut Todd, penyelesaian yang ditawarkan Microsoft belum bisa memenuhi kebutuhan konsumen dan pelanggannya."Berdasarkan hasil tes pasar, kami sangat meragukan bahwa Microsoft telah memenuhi persyaratan isu interoperabilitas," ujar Todd kepada reuters, Sabtu (19/03/2005).Persyaratan itu merupakan salah satu sanksi yang dikenakan Komisi Uni Eropa pada produsen sistem operasi Windows tersebut. Sanksi lainnya adalah denda sebesar 497 juta Euro.Berdasarkan keputusan Komisi tersebut, Microsoft dianggap menyalahgunakan posisinya yang dominan untuk berkompetisi secara tidak adil dengan rivalnya. Termasuk pada pasar server kantor. Isu interoperabilitas muncul pada pasar server yang bisa digunakan untuk berbagi data dan printer dalam sebuah jaringan kantor. Komisi meminta Microsoft untuk membagipakaikan protokol data mereka dengan pesain, termasuk perusahaan Open Source.Microsoft berupaya memenuhi sanksi tersebut. Salah satunya dengan menjual Windows yang tidak disertai dengan Windows Media Player. Selain itu, untuk memenuhi isu interoperabilitas, Microsoft telah melisensikan sebanyak 80 protokol komunikasinya kepada pesaing. Kepada International Herald Tribune Todd mengatakan rencana Microsoft itu masih mendiskriminasikan perusahaan software Open Source. Pasalnya, akses terhadap kode di balik Windows masih belum diberikan. Apa ini artinya Microsoft 'dipaksa' untuk Open Source?
(wsh/)