Pemanggilan Warnet Medan
'Semoga Tidak Melebar ke Perizinan'
- detikInet
Jakarta -
Diduga masih berkaitan dengan kasus 'Ferrari' di Medan, Polisi Medan memanggil semua pengelola warnet di kota itu. Pemanggilan tersebut diharapkan tidak melebar ke isu perizinan warnet.Hal itu disampaikan oleh Rully Sembayak, koordinator asosiasi penyelenggara jasa internet indonesia (APJII) untuk wilayah Medan. "Pemanggilan terkait kasus penipuan. Kami dapat info penyidikannya belum selesai, karena ada perkembangan dari tersangka akan dipanggil semua warnet di medan," ujar Rully kepada detikcom, Senin (14/03/2005).Pemanggilan itu terjadi pekan lalu di Medan. Namun pada hari pemanggilan, pihak warnet tidak berhasil menemui penyidik. "Karena satu dan lain hal, penyidiknya tidak ada di tempat. Jadi mereka (pengelola warnet -red.) pulang dan menunggu perkembangan berikutnya," ia menjelaskan.Namun komunitas warnet di Medan, menurut Rully, khawatir penyidikan itu akan melebar ke soal perizinan. "Mungkin hampir 90 persen warnet tidak berizin, mereka bukan tidak mau, tapi tidak tahu mau ke mana untuk mengurusnya," ia menambahkan. Rully berharap hal itu tidak akan terjadi. Karena dalam kasus-kasus yang pernah terjadi selama ini, warnet tak berizin bisa dibekukan operasinya bahkan hingga disita peralatannya. Pekan ini, APJII bersama-sama asosiasi warnet indonesia (Awari) berencana untuk menemui kepolisian Medan untuk menjernihkan kasus ini. Pada prinsipnya, ujar Rully, kejadian terkait penipuan itu harus diperiksa namun jangan sampai izin warnet dipermasalahkan.Penipuan itu terjadi akhir Januari lalu. Sekelompok penipu, yang konon kebanyakan masih berstatus mahasiswa, menjerat seorang warga Kuwait yang tinggal di Bandung untuk membeli sebuah mobil Ferrari seharga US$ 55 ribu. Kasus tersebut kini masih dalam proses penyidikan oleh kepolisian Medan.
(wsh/)