Saat berbincang dengan detikINET, pria yang kerap disapa Chief RA ini menceritakan proses negoisasi dengan Apple dimulai sejak 2015. Ia bertemu langsung dengan Chief Operating Officer Apple Jeff Williams dan stafnya untuk membicarakan hal tersebut.
"Saya negoisasi langsung, hitung-hitungannya berapa, ongkos ini berapa, ini uang keluar untuk siapa, untuk orang Amerika atau Indonesia. Terus, akhirnya kita sepakat," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemikiran saya sederhana. Saya ingin nama Indonesia disebut Tim Cook saat presentasinya. Itu aja, coba mengangkat harkat Indonesia, bangga nggak kita begitu? Itulah salah satu tujuan kenapa saya insist terhadap Apple," kata Chief RA.
Lebih lanjut Menkominfo menginformasikan pusat riset dan pengembangan Apple sudah mulai digarap. Mereka telah mendapatkan bangunannya di kawasan BSD dan saat ini mulai melakukan perekrutan untuk pembuatan aplikasi dan riset.
Menkominfo sendiri mengaku tidak mencampuri pembangunan pusat riset tersebut. Semua diserahkan sepenuhnya pada Apple.
"Tidak ikut campur, yang penting mereka di Indonesia, bikin RnD di sini. Dan komit angkanya saya pegang, puluhan juta dolar kan atau ratusan miliar rupiah, kita cek saja," ujarnya
"Kita nggak usah terlalu membuat orang kehilangan ruang untuk berinovasi. Biarkan, kita bikin koridornya saja," pungkas Chief RA. (afr/fyk)