Kamis, 01 Jun 2017 03:47 WIB

'Pemerintah Jangan Cuma Atur Tarif Transportasi Online Saja'

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: ilustrasi Luthfi Syahban Foto: ilustrasi Luthfi Syahban
Jakarta - Kementerian Perhubungan akan membuat aturan tarif baru untuk taksi online. Namun dalam penetapan besarannya, pemerintah diminta untuk berhati-hati.

Hal tersebut diutarakan Direktur AlphaBeta, Fraser Thompson. Dia mengatakan disejumlah negara, layanan transportasi online bukan diatur tarifnya, tapi lebih pada perilaku.

"Jadi baiknya pemerintah berhati-hati, jangan sampai tarif yang ditetapkan malah mengurangi permintaan dari masyarakat," kata Fraser saat pemaparan hasil penelitian AlphaBeta terkait dampak transportasi bersama yang berlangsung di Jakarta.

'Pemerintah Jangan Cuma Atur Tarif Transportasi Online Saja'Foto: Infografis 11 poin aturan taksi online dan 3 poin keberatan penyedia aplikasi taksi online (Infografis: Andhika Akbaryansyah/detikcom)


Ditemui ditempat yang sama, Presidium Pengerus Pusat Masyarakat Transportasi Indonesia Muslich Zainal Asikin mengatakan dirinya kurang menyetujui jika pemerintah menetapkan tarif atas dan bawah taksi online. Ada baiknya bila tarif diserahkan pada pasar.

Muslich pun meminta agar pemerintah melakukan deregulasi ulang terkait transportasi konvensional. Jangan hanya transportasi online saja yang ditata, katanya.

"Jika ingin menciptakan ekuilibrium baru, baiknya tidak hanya online, aturan taksi konvensional pun harus pula diatur ulang," kata Muslich.

Ada pun yang menurutnya diubah misalnya sistem setoran. Sehingga akan mengurangi beban pengemudi dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Dibuat seperti taksi online saja dan pemerintah harus mengawasi," ujar pria asal Yogyakarta itu.

Usulan lainnya pemerintah memberikan sejumlah insentif kepada taksi konvensional. Misalnya dengan mengratiskan taksi saat masuk tol.

Sebagai gantinya, pemerintah dapat subsidi silang dengan menaikan tarif tol untuk kendaraan pribadi. Tak lupa pemerintah diminta untuk makin memfasilitasi para driver taksi atau kendaraan umum.

"Pengurusan SIM A untuk pengemudi kendaraan umum baiknya dipermudah atau malah digratiskan. Jangan malah dimahalin, sehingga tidak mempersulit mereka yang ingin bekerja sebagai driver taksi atau transportasi umum," pungkasnya. (afr/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed