Senin, 27 Mar 2017 07:07 WIB

Polisi Lacak Pesan WhatsApp Teroris London

Danu Damarjati - detikInet
Foto: Carl Court/Getty Images/ Foto: Carl Court/Getty Images/
Jakarta - Polisi Ingggris terus menginvestigasi peristiwa serangan maut di negaranya. Kini polisi mendapat petunjuk baru berkat WhatsApp. Ada pesan WhatsApp yang digunakan oleh pelaku pembunuhan itu.

Dilansir AFP, Senin (27/3/2017), meski polisi bisa melacak, namun pesan di aplikasi komunikasi itu telah terenkripsi dengan sangat rumit. Berkat itu, tangkapan baru berhasil didapat pada Minggu (26/3) waktu setempat.

Penangkapan ini terjadi empat hari setelah serangan yang berlangsung tak jauh dari Gedung Parlemen. Penyerang seorang diri membunuh empat orang dan melukai 50 orang lainnya. Kemudian penyerang itu ditembak mati oleh polisi.

Orang terbaru yang berhasil ditangkap polisi adalah pria berusia 30 tahun. Dia dicokok di tengah kota Birmingham atas dugaan menyiapkan aksi teror. Demikian dinyatakan Polisi Metropolitan London.

Belasan orang memang telah ditangkap sejak Rabu (22/3) lalu, atau sejak Khalid Masood dengan sengaja menabrak orang di Jembatan Westminster, kemudian menusuk polisi di dekat gerbang Gedung Parlemen London.

Sembilan orang telah dibebaskan, namun ada pula pria 58 tahun yang ditahan, juga perempuan usia 32 tahun yang dilepaskan dengan jaminan.

Penangkapan ini dilakukan saat pemerintah memastikan Masood menggunakan WhatsApp. Ini adalah hal krusial, dan pihak keamanan diperbolehkan mengakses aplikasi yang terenkripsi dengan sangat rumit itu.

Menteri Dalam Negeri Inggris Amber Rudd mengatakan akan menjadi sangat tidak bisa diterima bila polisi tak mampu memecahkan enkripsi rumit itu. "Anda tak bisa mendapati situasi ketika teroris berbincang satu sama lain, saat teroris mengirim pesan WhatsApp, dan kemudian tak bisa diakses," kata dia. (dnu/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed