"RIM harus bayar pajak di Indonesia. Bukan masalah apa yang dikirim lewat BlackBerry. RIM tidak bayar pajak di tanah ini. Kalau RIM tidak bayar pajak di sini, tidak usah beroperasi di Indonesia," ujar Anies kepada wartawan di sela-sela seminar nasional 'Perempuan, Ruang Publik, dan Islam' di Gedung The Energy, Universitas Paramadina, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (13/1/2011).
Sebab menurutnya, teknologi sekarang ini memungkinkan untuk mengakses pornografi, meski telah diblokir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Anies menjelaskan jika Indonesia bisa memaksa RIM untuk membayar pajak dikarenakan pengguna BlackBerry di Indonesia ada satu juta lebih.
"RIM tidak bayar pajak, terus kita bela ramai-ramai, maaf saja. Sekarang tidak bayar pajak, enak benar. Indonesia bisa memaksa, padahal penggunannya satu juta," ucapnya.
(nwk/rns)