"Sudah 99%. Lebih tinggi dari departemen lain yang rata-rata terpenuhi 95%," tegasnya saat ditemui detikINET di kantor Kementerian Kominfo, di Jakarta, Kamis (28/1/2010).
Sembilan agenda 100 hari itu adalah:
- 25 ribu Desa Berdering
- 100 Desa Pinter (Pakai Internet)
- Pencanangan TIK lokal sekaligus pemantapan program IGOS (Indonesia Goes Open Source).
- Penyediaan layanan komunikasi untuk daerah-daerah perbatasan yang terisolir.
- Review internal terhadap UU Telekomunikasi dan UU penyiaran yang akan disatukan menjadi UU Konvergensi.
- Penyelesaian RPP BHP frekuensi berbasis pita.
- Awal pembangunan Palapa Ring untuk Indonesia Timur sektor selatan.
- Pelatihan TIK untuk guru dan tenaga profesional lainnya.
- Penerangan sistem pelayanan informasi dan perizinan investasi secara elektronik (SPIPISE) di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam.
Tifatul tak mau menyebutkan program mana yang masih belum terpenuhi. Meski demikian, program masih bisa dikejar pembangunannya selama ia menjabat.
"Untuk Desa Pinter, misalnya, ke depan tidak cuma 100 desa, bisa jadi 1.000 desa pinter tahun depan," pungkasnya
(rou/wsh)