Demikian dikatakan Jeffrey Hardee, Vice President BSA Asia Pacific, saat ditemui detikINET pada acara penghargaan piagam HKI di Hotel Mulia Jakarta, Kamis (18/06/09). "Sebenarnya penggunaan software ilegal tidak hanya menimbulkan risiko dilakukannya razia, namun hal itu akan membatasi potensi penggunaan teknologi informasi," ujar Hardee.
Terbatasnya potensi itu, ujar Hardee, terjadi karena pengguna piranti lunak ilegal akan kehilangan jaminan dan dukungan piranti lunak. "Piranti lunak berlisensi juga memiliki jaminan dan dukungan yang akan mengarah pada maksimalisasi potensi sebuah piranti lunak sebagai alat manajemen," ia menambahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan melanjutkan mengedukasi masyarakat Indonesia untuk menggunakan software legal. Untuk ini kita harus bekerja lebih keras, tentunya dengan dukungan penuh dari masyarakat sendiri," tutur Hardee. (wsh/wsh)