Produsen PC terbesar kedua dunia ini dinilai telah melakukan diskriminasi dengan memutuskan hubungan kerja dengan empat karyawan senior wanita.
Para mantan eksekutif papan atas Dell tersebut menilai pemutusan hubungan kerja ini diskriminatif. Oleh karena itu mereka memutuskan menggugat Dell senilai US$500 juta, demikian seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Senin (3/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami yakin bahwa gugatan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Kami tidak mentolerir segala bentuk diskriminasi terkait dengan pekerjaan, dan kami akan melawan segala macam tuduhan yang tidak kami lakukan," tandas juru bicara Dell, David Frink, menanggapi gugatan tersebut.
Saat ini masalah diskriminasi sedang menjadi perdebatan hangat di Amerika Serikat (AS). Walaupun ada peraturan yang melarang pemberian upah yang tidak sepadan untuk pekerjaan yang sama, para karyawan wanita di AS mendapatkan gaji sekitar 22 persen lebih kecil daripada rekan kerja pria mereka.
Ngobrolin seluk beluk PC? Gabung yuk di detikINET Forum! (faw/wsh)