Erraji yang berusia 29 tahun itu diproses secara hukum setelah menulis artikel di sebuah koran online. Dalam tulisan itu, ia berpendapat bahwa kebiasaan Raja Mohammed VI mengumbar hadiah tertentu membuat rakyat jadi bermental pengemis.
"Hal ini membuat rakyat Maroko hidup tanpa martabat, hanya bergantung pada sumbangan dan hadiah," tulisnya seperti dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (10/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia diadili dalam sepuluh menit. Hakim menjatuhkan dakwaan begitu cepat. Dia tak punya kesempatan untuk membela diri," demikian kesaksian keluarga Erraji yang menghadiri persidangan.
Lembaga Reporters Without Borders pun mengkritik keputusan itu dan meminta Erraji segera dibebaskan. Sementara pihak pemerintah Maroko belum memberi komentar mengenai penahanan Erraji.
Bukan kali ini saja penghinaan terhadap raja Maroko di internet berbuah hukuman. Pada Februari 2008, seorang pemuda yang memalsukan profil raja di situs Facebook juga dibui, namun kemudian dibebaskan karena tekanan dunia internasional.
Promosikan blog Anda di detikINET Forum! (fyk/dwn)